6.139 Pemilih Pemula Sukoharjo Belum Rekam KTP-el

Bony Eko Wicaksono

SUKOHARJO—Jumlah pemilih pemula yang belum melakukan perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) sebanyak 6.139 orang. Para pemilih pemula menjadi prioritas utama perekaman dan pencetakan kepingan KTP-el menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sukoharjo pada 9 Desember.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sukoharjo, Sukito, mengatakan pemilih pemula merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berusia 17 tahun. Pemilih pemula yang belum merekam data KTP-el terbanyak di wilayah Kecamatan Mojolaban sebanyak 957 orang dan paling sedikit di wilayah Gatak sebanyak 109 orang.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 4
”Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerimtah desa untuk menyosialisasikan kepada masyarakat terutama pemilih pemula. Para pemilih pemula diminta segera melakukan perekaman data KTP-el agar segera mendapat kepingan KTP-el,” kata dia, saat dihubungi Koran Solo, Sabtu (12/9).
Sedangkan pemilih pemula yang telah merekam data KTP-el sebanyak 8.391 orang. Sehingga jumlah total pemilih pemula yang tersebar di 12 kecamatan di Sukoharjo sebanyak 14.530 orang. Sebagian pemilih pemula telah menerima kepingan KTP-el sebagai syarat utama saat menggunakan hak pilih di lokasi tempat pemungutan suara (TPS).
Sukito menyebut proses perekaman data KTP-el maupunan pelayanan administrasi kependudukan lainnya menerapkan protokol kesehatan pencegahan pandemi Covid-19. ”Pemilih pemula harus mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum masuk ke ruang perekaman data KTP-el. Kami tak ingin memunculkan klaster baru pandemi Covid-19,” ujar dia.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo, Bambang Muryanto, mengatakan WNI yang telah memenuhi syarat memiliki hak pilih dalam pemilu. Hak pilih itu sebagai hak konstitusional yang harus dilindungi dalam Pilkada Sukoharjo. Bambang berharap tak ada pemilih pemula yang tak bisa menggunakan hak pilih saat pelaksanaan pemungutan suara.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten telah menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) Pilkada 2020 di Kabupaten Bersinar, Jumat (11/9). Jumlah DPS di Klaten mencapai 963.179 orang.
Penetapan DPS dihadiri seluruh anggota komisioner KPU Klaten. Berdasarkan penetapan DPS tersebut, jumlah pemilih terbanyak di Klaten berada di Kecamatan Trucuk, yakni mencapai 60.018 orang. Sedangkan pemilih paling sedikit berada di Kecamatan Kebonarum, yakni 15.191 orang. Jumlah kecamatan di Klaten mencapai 26 kecamatan.
”Penetapan sudah dilakukan, Jumat [11/9] siang. Nantinya, pengumuman dan tanggapan masyarakat dilakukan, 19-28 September 2020,” kata Ketua KPU Klaten, Kartika Sari Handayani, kepada Koran Solo, Jumat (11/9) malam.
Selain fokus menetapkan DPS, KPU Klaten juga mempersiapkan diri menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pasangan calon (paslon) One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI). ORI menjadi satu-satunya paslon yang belum mengikuti pemeriksaan kesehatan. Hal itu disebabkan, Muhammad Fajri sempat dinyatakan positif Covid-19, Kamis (3/9).
Pascamenjalani isolasi dan mengikuti tes swab ulang, Muhammad Fajri dinyatakan sembuh dari positif Covid-19, Kamis (10/9). KPU Klaten pun langsung berkoordinasi dengan Rumah Sakit Umum Pusat Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten guna menggelar pemeriksaan kesehatan ORI.
”Pemeriksaan kesehatan [ORI] dilakukan, 15-16 September 2020. Nantinya bareng sama Wonosobo dan Kebumen,” kata anggota Komisioner Divisi Teknis KPU Klaten, Samsul Huda.
Di Pilkada 2020, Paslon ORI akan bertarung dengan dua paslon lainnya. Masing-masing paslon yang lain itu, yakni Sri Mulyani-Yoga Hardaya (Mulyo) dan Arif Budiyono (ABY)-Harjanta (HJT). Paslon Mulyo dan ABY-HJT sudah mengikuti tes kesehatan di RSST Klaten beberapa waktu lalu.
Enam partai politik (parpol) koalisi pengusung dan pendukung pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto (Yuni-Suroto) bekerja bakti mendirikan posko koalisi untuk pemenangan Yuni-Suroto pada Pilkada Sragen 2020 di Jl. H.O.S. Cokroaminoto Teguhjajar, Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Sabtu (12/9). Mereka bersepakat memasang target 80% suara sah untuk pemenangan Yuni-Suroto.
Pimpinan enam partai datang semua dalam kerja bakti dan sekaligus sarapan bersama di posko pemenangan tersebut. Enam parpol itu terdiri atas Partai Demoktasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Nasdem, dan Partai Demokrat Sragen. Posko tersebut terletak hanya sekitar 100 meter dari Kantor DPD Partai Kebangkitan Bangsa (PKS) Sragen dan hanya berjarak 30 meter dari rumah pribadi Sekretaris DPC PDIP Sragen Suparno.
“Ini baru persiapan pendirian posko. Kami datang untuk bergotong-royong dan berembuk untuk konsep kebersamaan ke depan. Semua masukan parpol diterima sebelum deklarasi yang direncanakan pekan depan,” ujar Ketua DPC PDIP Sragen yang juga koordinator tim pemenangan Yuni-Suroto, Untung Wibowo Sukowati, saat ditemui wartawan, Sabtu siang.(Ponco Suseno/Tri Rahayu)