Hotel di DIY Khawatir Terdampak PSBB Jakarta

JOGJA—Rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total DKI Jakarta jelas akan berdampak pada pelaku pariwisata di DIY khususnya perhotelan. Apalagi akhir-akhir ini industri perhotelan DIY sudah mulai menggeliat.
Mereka menegaskan akan tetap melayani tamu dengan protokol pencegahan Covid-19.
Ketua lndonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD DIY, Herryadi Baiin, mengatakan PSBB di Jakarta kembali diberlakukan, hal ini dapat berdampak secara ekonomi pada wilayah-wilayah lainnya.
Menurutnya, akhir-akhir ini DIY sebenarnya sudah mulai ramai wisatawan dengan diterapkannya adaptasi kebiasaan baru, dimana aktivitas masyarakat mulai berjalan dengan protokol pencegahan Covid-19. Dicontohkannya tingkat hunian kamar hotel telah menunjukkan tren yang baik, dari Juli ke Agustus cukup lumayan peningkatannya sekitar 40% dari sebelumnya tingkat hunian hanya 15%-20% meningkat menjadi 60%.
“Beberapa kegiatan [tamu] juga dari Jakarta kemarin, dengan protokol pencegahan Covid-19 pastinya. Adanya PSBB ini akan berdampak pada ekonomi. Info dari beberapa hotel juga sudah ada tamunya yang cancel,” kata Herryadi, Sabtu (12/9).
Ia mengatakan DPD IHGMA DIY berharap agar kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan saat ini dapat tetap berjalan agar industri pariwisata dapat bangkit kembali, namun demikian sangat diperlukan kesadaran masyarakat dan juga bagi mereka yang datang ke DIY agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yaitu wajib memakai masker bagi siapapun didalam melaksanakan aktivitasnya, tidak berkerumun, selalu menjaga jarak satu dengan yang lainnya dan rajin mencuci tangan.
DPD IHGMA DIY juga mendukung program Dinas Pariwisata melalui Kabupaten/Kota dalam melaksanakan verifikasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 hotel di wilayah DIY yang dilaksanakan melalui gugus tugas dan juga PHRI, hal ini sangat bermanfaat agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi tamu yang menginap ataupun yang melakukan kegiatan di hotel.
Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, menambahkan dan meluruskan kabar yang beredar di DIY tertutup bagi wisatawan atau tamu yang mengadakan rapat. Hal tersebut menurutnya tidak benar.(JIBI/Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)