Peserta Rasakan Manfaat Kartu Prakerja

JAKARTA—Sejumlah penerima atau peserta Program Kartu Prakerja mengungkapkan manfaat dan kontribusi program tersebut dalam membantu mereka untuk memulai usaha hingga membantu keuangan keluarga di masa pandemi Covid-19.

redaksi@koransolo.co

Salah satunya adalah Jinandika Audiari yang mengikuti pelatihan membuat puding sutra atau silky pudding agar bisa memulai wirausaha.
”Besoknya saya langsung memprak­tikkan dan puding-puding yang saya jual langsung laris,” kata Jinandika dalam testimoninya melalui akun resmi Instagram Kartu Prakerja yakni @prakerja.go.id, Sabtu (12/9).
Menurut dia pelatihan Kartu Prakerja yang diikutinya mudah diikuti, dipelajari serta dipahami. Bahkan resep bahan-bahan pembuatan pudingnya mudah diperoleh secara luas.
Ada juga penerima manfaat Kartu Prakerja yakni seorang tenaga honorer bernama Febriani Sumarni. Dia mengakui ikut program tersebut untuk membantu keuangan keluarganya setelah suaminya terkena PHK di masa pandemi Covid-19.
Pelatihan yang diikutinya yakni meraih omzet pendapatan dari sosial media. ”Saya mengikuti pelatihan tersebut agar dapat membantu keuangan keluarga saya,” kata Febriani.
Penerima program Kartu Prakerja lainnya yakni Muchamad Riyan Tirawan, yang belum memperoleh pekerjaan, merasa bersyukur berkat pelatihan Kerja Sampingan dari Kartu Prakerja yang sangat bermanfaat dan membantu dirinya untuk bisa melalui kondisi ekonomi sulit saat ini.
”Program ini sangat bermanfaat bagi saya terlebih dengan insentif dan juga uang insentifnya buat membantu orang tua dengan kesulitan ekonomi di masa wabah corona saat ini,” kata Riyan.
Sementara itu penerima program Kartu Prakerja lainnya bernama Putri Phanisah Lubis mengakui bahwa program pelatihan makeup online yang diikutinya bisa membantunya dalam membuka jasa make up usai pandemi Covid-19.
“Setelah pandemi Covid-19 ini, aku ingin membuka jasa make up untuk ulang tahun, engagement ataupun wedding,” ujar Putri.
Menurut dia, para instruktur dan pelatih dalam program Kartu Prakerja sangat profesional dan tekun dalam membimbing para peserta pelatihan hingga mahir serta terampil, kendati pelatihan dilakukan via daring.
Sebelumnya Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir menilai program Kartu Prkerja sangat bagus, karena terdapat poin yakni mayoritas masyarakat yang mengakses adalah mereka yang terkena PHK dan pekerja informal yang terdampak pandemi Covid-19.
Memulai Usaha
Direktur Manajemen Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menyampaikan mayoritas peserta program memperoleh cara atau strategi baru dalam berwirausaha setelah mendapatkan pelatihan dalam program tersebut.
Head of Communications Pelaksana Kartu Prakerja Lousia Tahatu mengungkapkan Program Kartu Prakerja membantu para penerimanya untuk bisa mempelajari hal-hal baru, baik itu dalam memulai usaha maupun meningkatkan kepercayaan diri hingga bisa diterima bekerja kembali.
”Ada banyak kisah inspiratif dari penerima Kartu Prakerja yang mempelajari hal-hal baru dan menggunakan uang insentifnya untuk memulai usaha,” ujar Louisa saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, para penerima program Kartu Prakerja ada yang berhasil menjadi atau memulai sebagai wiraswasta dengan membuka kedai kopi, berjualan donat, membuat masker, dan masih banyak lagi.
Selain itu ada juga penerima lainnya yang mempelajari hal baru seperti decoding, sehingga akhirnya bisa bekerja lagi. ”Kartu Prakerja memberi pilihan beragam pelatihan bagi orang-orang yang ingin memperoleh keterampilan atau skilling, meningkatkan keterampilannya atau upskilling, dan mempelajari keterampilan baru atau reskilling.
Program Kartu Prakerja terus mendapat respon positif dari masyarakat sejak dimulai pada April 2020.
Jumlah penerima manfaat Kartu Pra­kerja mencapai sekitar tiga juta orang dari pendaftar sebanyak 15,9 juta orang dalam enam gelombang. (Antara)