Puja Kesuma Tak Lupakan Tanah Leluhur

Ichsan Kholif Rahman

Perkumpulan Putra Jawa Kelahiran Sumatra (Puja Kesuma) yang merupakan perkumpulan warga keturunan Jawa yang lahir dan tinggal di Sumatra sedang berkeliling ke seluruh wilayah Pulau Jawa. Mereka datang dari Pulau Sumatra untuk membagikan ratusan paket sembako di beberapa lokasi seperti Kota Solo, Ponorogo, Sragen, dan Wonogiri.
Koordinator Puja Kesuma, Eko Sopianto, saat dijumpai wartawan di sela-sela penyerahan bantuan di wilayah Tunggulsari, Laweyan, Solo pada Sabtu (12/9), menjelaskan Puja Kesuma saat ini merupakan generasi kedua sejak didirikan pada 1980 lalu. Puja Kesuma merupakan anak-anak para transmigran dari Jawa ke Sumatra.
”Kami memiliki sebuah keterikatan batin pada Pulau Jawa. Memang kami lahir dan besar di Sumatra, namun tanah leluhur kami berada di sini. Sehingga, saat kami memiliki rezeki berlebih, kami ingin membantu para warga di Pulau Jawa. Ini bentuk berbakti kami,” ujar Eko Sopianto.
Ia menambahkan hampir di seluruh kota/kabupaten di Sumatra, terdapat kepengurusan Puja Kesuma. Ia menceritakan Puja Kesuma merupakan sebuah wadah untuk saling membantu para keturunan Pulau Jawa. Hal itu untuk menghindarkan para warga Jawa terhindar dari jeratan rentenir. Menurutnya, Puja Kesuma juga fokus dalam mengenalkan kesenian Jawa seperti tari-tarian dan kesenian jaranan.
”Kalau di Sumatra, setiap ada kesenian Jawa sangat ramai sekali penontonnya. Mungkin sedikit berbeda di sini yang ramai organ tunggal. Kesenian Reyog Puja Kesuma juga sering menang di beberapa perlombaan,” imbuh Eko.
Menurutnya, beberapa kali Puja Kesuma mengundang almarhum Didi Kempot untuk tampil di Sumatra. Saat Didi Kempot meninggal dunia anggota Puja Kesuma sangat merasa kehilangan.
Ia menambahkan anggota Puja Kesuma mayoritas bekerja sebagai pedagang seperti bakso, mi ayam, ayam geprek, serta masakan Jawa. Menurutnya, Dewan Pembina Puja Kesuma yakni Agus Andrianto yang membina ratusan ribu orang anggota Puja Kesuma.