Subsidi Gaji Tahap III Cair Senin

JAKARTA—Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan penyaluran bantuan subsidi gaji tahap III setidaknya bisa dimulai pada Senin (14/9).

redaksi@koransolo.co

Transfer bantuan senilai Rp2,4 juta itu bisa dilakukan setelah Kementerian Ketenagakerjaan rampung melakukan check list terhadap 3,5 juta data rekening calon penerima. Data calon penerima tahap tiga diberikan BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) pada Selasa (8/9).
“Kami akan gunakan empat hari tersebut untuk check list. Dihitung-hitung akan bisa dilakukan Senin, kami punya empat hari kerja untuk check list terhadap data tersebut,” kata Ida dikutip dari pernyataan resmi yang diterima Bisnis.com, Sabtu (12/9).
Kementerian Ketenagakerjaan telah menyelesaikan check list pada penerima tahap pertama yang berjumlah 2,5 juta data rekening. Selanjutnya, penerima tahap dua dengan 3 juta data penerima.
Hingga 7 September 2020, subsidi gaji yang sudah ditransfer kepada penerima tahap pertama berjumlah 2,31 juta atau 92,45 persen dari total penerima. Sedangkan untuk penerima tahap II, realisasi penyaluran berjumlah 1,38 juta atau 46,20 persen.
“Batch pertama sudah kami lakukan transfer ke 2,5 juta penerima program. Batch kedua ke 3 juta penerima,” lanjut Ida.
Adapun, mekanisme penyaluran subsidi gaji kepada penerima tahap III akan seperti dua tahap sebelumnya.
Data yang telah diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan ke Kementerian Ketenagakerjaan bakal melalui tahap check list terlebih dahulu dengan waktu yang diatur dalam petunjuk teknis selama empat hari.
Setelah proses check list, data tersebut akan diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 4
Kemudian, KPPN akan melepas dana subsidi gaji tersebut kepada bank-bank negara yang tergabung dalam Himbara.
Bank-bank inilah yang nantinya akan mentransfer subsidi gaji ke rekening masing-masing penerima, baik rekening sesama Himbara maupun bank swasta dan daerah.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan bahwa bantuan subsidi gaji bagi pekerja berupah di bawah Rp5 juta per bulan telah disalurkan kepada 4,87 juta pekerja.
Jumlah tersebut setara dengan 89,45 persen dari total 5,5 juta pekerja yang terjaring sebagai penerima dalam tahap pertama dan tahap kedua.
”Bantuan subsidi upah akan terus dilanjutkan hingga tahun 2021,” kata Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (12/9).
Untuk gelombang pertama pemerintah menargetkan 2,5 juta orang pekerja menerima subsidi upah dengan total yang dianggarkan senilai Rp3 triliun.
Sedangkan gelombang kedua ditargetkan untuk 3 juta orang dengan anggaran Rp3,6 triliun sehingga total dalam dua gelombang ini ada 5,5 juta orang pekerja.
Pemerintah meluncurkan bantuan subsidi upah bagi pekerja/buruh dengan penghasilan di bawah Rp5 juta yang bertujuan meringankan beban dan menjaga daya beli pekerja pada masa pandemi Covid-19.
Anggaran program ini disiapkan Rp37,7 triliun bagi 15,7 juta pekerja/buruh, dengan besaran bantuan senilai Rp2,4 juta.
Sementara itu untuk gelombang ketiga, Pada Selasa (8/9) BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) telah menyerahkan 3,5 juta data rekening calon penerima ke ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Kemenaker memiliki waktu empat hari untuk melakukan verifikasi data yang diserahkan BPJS Ketenagakerjaan sebelum menyerahkan data yang lolos ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
KPPN kemudian akan memberikan dana subsidi upah itu kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai penyalur yang kemudian akan mentransfer subsidi sebesar Rp600.000 per bulan untuk empat bulan ke rekening pribadi pekerja baik di bank negara maupun bank swasta. (JIBI/Bisnis Indonesia/Antara)