UMKM Batik Perlu Dibina

KULONPROGO—Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan, Rachmad Gobel, mengunjungi sentra Batik Geblek Renteng di Dusun Sambungan, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo, DIY, Sabtu (12/9). Dalam kesempatan ini, Rachmad menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga eksistensi batik terhadap gempuran industri tekstil modern yang kekinian kian menjamur.
Menurutnya, keberadaan batik tradisional yang mayoritas digerakkan oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), perlu mendapat pembinaan lebih, terutama soal inovasi desain. Dengan cara itu, pelaku usaha pembuatan batik diharapkan bisa bersaing dengan industri tekstil. Langkah ini juga bisa membantu pembatik bangkit dari keterpurukan ekonomi imbas pandemi Covid-19.
”Tadi [kemarin] kami telah diskusi dengan dengan kawan-kawan dari instansi terkait bagaimana membantu UMKM, bukan hanya saat pandemi, tapi juga bisa meningkatkan kualitas karya anak bangsa, terutama soal desain. Apalagi dengan masuknya industri tekstil sekarang, UMKM batik ini jangan sampai kalah. Nah pemerintah punya kewajiban untuk menjaga UMKM ini,” ucap Rachmad kepada awak media di sela-sela kunjungan, Sabtu (12/9).
Mantan Menteri Perdagangan dalam Kabinet Kerja Periode 2014-2019 ini mengatakan selain meningkatkan kualitas desain, pembatik utamanya di Gulurejo juga perlu mendapat pembinaan tentang manajemen wisata. Menurutnya Gulurejo punya potensi untuk menjadi desa wisata yang khusus menyajikan wisata batik, mulai dari produksi sampai dengan pemasaran.
Bahkan ia menyebut rute dari tempatnya menginap di Kota Jogja sampai kalurahan tersebut berpotensi besar jadi jalur ekonomi baru. Hanya saja, potensi itu belum dikelola dengan baik. Hal ini dilihat dari minimnya fasilitas penunjang wisata yakni kuliner dan penginapan. ”Ini penting karena ke depan juga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah [PAD],” ujarnya.
Pemilik Sembung Batik, Bayu Permadi, mengaku senang dengan kedatangan Rachmad Gobel. Menurutnya kehadiran Rachmad mememantik semangat para pembantik untuk terus berkarya. ”Tadi dapat inovasi, dibimbing untuk terus berkarya apalagi di kondisi seperti ini, kita harus bisa go national dan international, dengan memanfaatkan pemasaran via online,” ucapnya.
Bayu mengatakan industri batik yang dikelolanya memang sempat terpuruk karena pandemi Covid-19. Omzet mereka anjlok hingga 90 persen, sehingga membuatnya terpaksa meliburkan 60 persen dari total karyawannya. ”Tapi Alhamdulillah di new normal ini kondisi mulai berangsur membaik. Omzet kami normal kembali. Penjualan rata-rata sekarang sampai 2.000 potong, kalau pas pandemi kemarin dapat 100 itu susah banget,” ujarnya.
Selain memotivasi UMKM batik untuk terus berkarya, Rachmad beserta rombongan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem DIY dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Kulonprogo juga menemui UMKM penerima bantuan presiden di Kulonprogo. Sebelum bertolak ke Jakarta, rombongan ini memberikan bantuan materi kepada UMKM batik dan penerima banpres. (Jalu Rahman Dewantara)