Warga Semarang Dikontrak Adobe Senilai Rp90 Juta

JAKARTA—Warga Semarang, Kevin Pramudya Utama, 23, tidak pernah menyangka hasil utak-atik foto bisa membuahkan kontrak dengan raksasa software grafis Adobe dengan bayaran US$6.000 (sekitar Rp90 juta).
”Gimana ga nyangka coba? Saya itu editannya dulu cuma diejek, direndahin, dan segala macem yang pokoknya jahat deh eh kok bisa-bisanya dipercaya Adobe buat bikin tutorial edit foto, sekali lagi, rencana Tuhan memang enggak ada yang tahu,” tulisnya di akun Twitternya @sadness_loop seperti dilansir dari detikcom, Sabtu (12/9).
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 4
Cerita yang dibagikan Kevin tentang perjalanannya bertemu Adobe dan diminta membuat tutorial edit foto di aplikasi Lightroom ini viral dan menuai pujian.
WNI yang kini tinggal dan magang di Prefektur Gunma, Jepang itu mengaku menyukai fotografi sejak dulu.
Kevin bercerita awal mula diajak bekerja sama dengan Adobe. Perusahaan software yang berbasis di San Jose, California, AS, ini meliriknya setelah memenangi lomba mengedit foto.
Lulusan SMK Negeri 7 Semarang ini mengikuti lomba edit foto Lightroom yang diadakan Adobe dan Japan National Tourism Organization (JNTO). Melihat karya para pesaingnya yang keren-keren, Kevin mengaku pasrah saja dan tidak menyangka akan menang.
Jadi wajar, ketika tahu bahwa dua dari enam karya yang dikirimkannya menjadi pemenang, Kevin menangis terharu karena senang bukan kepalang.
Kemenangan ini membuka jalan bagi Kevin dan pihak Adobe bertemu. Beberapa hari setelahnya, dia dihubungi oleh Adobe yang mengajaknya bekerja sama membuat tutorial editing di Lightroom dan dibayar US$6.000.
Di balik tutorial edit foto yang sering ditemui di aplikasi Lightroom, ada kerja keras para tutorial maker yang membuatnya. Kevin jadi salah satu yang merasakan pengalaman ini.
Lelah itu pun terbayar dengan karya tutorialnya kini mejeng di Adobe Lightroom. Menengok ke belakang, Kevin bersyukur bully-an yang dulu diterimanya justru membuatnya lebih kuat.
Kevin mengakui fotografi memang bukan bidang yang sesuai dengan latar belakang akademisnya. Tapi dia menemukan kesenangan dan kecintaan tersendiri pada fotografi dan ingin menjadi profesional di bidang ini.
”Saya lulusan SMK jurusan teknik audio video. Pekerjaan sehari-hari di pengelasan semirobot. Enggak nyambung ya. Tapi saya banyak belajar dari Youtube, nyoba-nyobain. Saya mau jadi lebih profesional di fotografi. Nantinya ingin jadi fotografer yang kerja sama dengan berbagai macam brand,” harapnya. (JIBI/Detik)