KA Jarak Jauh Tak Beroperasi Penuh

Farida Trisnaningtyas

SOLO—Sejumlah kereta api (KA) jarak jauh tetap beroperasi pada penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta mulai Senin (14/9) ini.
Meskipun demikian, KA jarak jauh khususnya tujuan dari dan ke Jakarta tidak semua beroperasi penuh. PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih memberlakukan pembatasan jumlah penumpang maksimal 70% dari total 100%.
Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan mengatakan pihaknya berkomitmen menaati regulasi yang sudah ditetapkan Tim Gugus Tugas Satgas Penanganan Covid-19 terkait operasional kereta api di masa pandemi.
“Prinsipnya kami tegas menerapkan apa yang ditetapkan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19. Misalnya, dari awal pandemi, kami konsisten mensyaratkan wajib tes rapid dengan nonreaktif bagi penumpang KA jarak jauh. Di sisi lain, ada sebagian KA jarak jauh yang jalan, tapi masih banyak yang belum kami operasikan,” ujarnya, kepada Koran Solo, Minggu (13/9).

Eko menjelaskan sebagian besar KA jarak jauh dari dan ke Daops VI Yogyakarta belum beroperasi setiap hari. KA tersebut kebanyakan jalan pada akhir pekan. PT KAI Daops VI Yogyakarta mencatat KA jarak jauh yang beroperasi berangkat dari Stasiun Solo Balapan, yakni KA Argo Lawu relasi Gambir–Solo untuk keberangkatan 18 dan 25 September 2020, KA Argo Dwipangga Solo–Gambir pada 16– 30 September 2020, KA Argo Dwipangga relasi Gambir–Solo pada 16–30 September 2020, KA Lodaya Solo–Bandung pada 13 September 2002, KA Lodaya Bandung–Solo pada 13 September 2020, dan KA Argo Dwipangga Fakultatif relasi Solo–Gambir pada 20 dan 27 September 2020.
Sedangkan KA jarak jauh dari Stasiun Purwosari adalah KA Bengawan relasi Purwosari–Pasar Senen pergi pulang (PP). KA kelas ekonomi ini jalan setiap hari dengan harga tiket Rp74.000.
Di sisi lain, sejumlah KA jarak jauh lintas Daops (intercity) yang jalan antara lain, KA Argo Wilis (Surabaya Gubeng–Bandung) PP pada 16 – 30 September 2020, KA Kahuripan (Kiaracondong–Blitar PP), KA Bima (Gubeng–Gambir PP) jalan setiap hari, KA Turangga (Gubeng–Gambir PP) setiap hari, KA Matarmaja (Malang–Pasar Senen PP) setiap hari, KA Mutiara Selatan (Gubeng–Bandung PP) 18–20 September 2020 dan 25–27 September 2020, KA Gajayana (Malang–Gambir) pada 20 dan 27 September, KA Gajayana (Gambir–Malang) pada 18 dan 25 September 2020.
Salah satu aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif asal Sragen, Lina, mengatakan ia sempat pulang kampung dengan menggunakan moda transportasi KA beberapa waktu lalu.
Namun kini ia memilih menahan diri untuk kembali pulang kampung lantaran kasus Covid-19 di Jakarta kian bertambah. Menurutnya, sepekan lalu ia sudah bekerja dari rumah (work from home) lantaran kantornya ditutup karena ada yang positif Covid-19.
“Mudiknya kapan-kapan aja. Alhamdulillah sampai sekarang setiap kali tes [rapid/swab] hasilnya negatif, tapi perjalanan jauh berisiko tinggi. Saya juga enggak mau jadi carrier buat orang rumah. Harapannya akhir tahun nanti udah reda jadi bisa pulang,” jelasnya.