Liverpool vs Leeds united. Kode Keras The Whites

LIVERPOOL—Penantian 16 tahun untuk tampil di kasta tertinggi menghasilkan energi luar biasa bagi Leeds United.

Chrisna Chanis Cara
redaksi@koransolo.co

Anak asuh Marcelo Bielsa mampu menandingi sang juara bertahan, Liverpool, dan hanya kalah tipis, 3-4, di Anfield, Minggu (13/9) dini hari WIB. The Whites seakan mengirim pesan kepada para kompetitor di Liga Premier Inggris bahwa mereka tak ingin numpang lewat.
Tertinggal dan kemudian bisa bangkit sebanyak tiga kali melawan klub yang dominan seperti Liverpool jelas bukan pekerjaan mudah, apalagi untuk sebuah tim promosi. Namun karakter Leeds yang mempraktikkan permainan kolektif plus pressing tinggi menunjukkan mereka punya potensi untuk berbicara banyak musim ini.
Lini depan The Whites juga terbukti klinis. Pertahanan Liverpool yang dikenal tangguh musim lalu pun dibobol tiga kali Kalvin Philips dkk. hanya dari tiga sepakan ke gawang. “Lawan memaksa kami melakukan banyak kesalahan, kami harusnya bisa lebih baik. Namun, saya suka menghadapi tim yang begitu terorganisasi dan bersemangat seperti Leeds,” puji Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, dilansir BBC, Minggu.
Permainan menekan Leeds membuat Trent Alexander-Arnold tak terlihat sebagai bek sayap terbaik di dunia saat ini. Dia beberapa kali kedodoran menutup manuver penggawa Leeds di sisi kanan. Bek sekelas Virgil van Dijk juga dipaksa melakukan blunder yang berbuah gol kedua Leeds via Patrick Bamford.
Bola sepakan van Dijk tak sempurna dan mampu dimanfaatkan Bamford untuk menjebol gawang Alisson. Tak hanya efektif dalam penyelesaian akhir, The Whites juga unggul penguasaan bola atas Liverpool, tim yang musim lalu sulit dikalahkan dalam hal ball possession. “Kami tidak semestinya kebobolan tiga gol. Mereka benar-benar tim tangguh,” ujar penyerang sayap Liverpool, Mohamed Salah, yang mencetak tiga gol di laga itu.
Pelatih Leeds, Marcelo Bielsa, memuji penampilan berani anak asuhnya di kandang Liverpool. Bielsa menyebut timnya bisa menandingi sang juara bertahan hampir sepanjang laga.
Namun, dia mengakui Leeds masih kesulitan meredam serangan Liverpool. Hal itu salah satunya membuat pemain Leeds membuat pelanggaran atas Fabinho di kotak penalti di akhir laga. Salah yang menjadi algojo sukses menunaikan tugasnya dan membawa Liverpool unggul 4-3. “Kami kesulitan menetralisasi serangan mereka. Namun kami bisa membuat Liverpool kesulitan, kami bekerja keras untuk itu,” ujar Bielsa.