Perkantoran Belum Jadi Klaster

JOGJA—Meski telah ditemukan beberapa kasus positif di lingkungan perkantoran seperti di Kantor Kelurahan Kotabaru dan kantor cabang BNI di Kota Jogja, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY belum menetapkannya sebagai klaster perkantoran.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Mur­tiningsih, menjelaskan hingga saat ini belum satu kantor pun ditetapkan sebagai klaster. “Belum. Mungkin yang BNI, tapi belum ada laporan dari hasil tracing-nya Kota Jogja, karena memang belum selesai,” ujarnya, Minggu (13/9). Kantor cabang BNI bisa menjadi klaster jika melihat hingga kini terdapat tujuh kantor cabang yang ditutup untuk disterilisasi. Meski demikian ia tidak dapat memastikan berapa jumlah karyawan yang terkonfirmasi positif, karena tracing dilakukan oleh Pemkot Jogja.
Sebagai langkah anti­sipasi agar tidak sampai menjadi klaster, beberapa hal yang yang dilakukan meliputi tracing, penutupan dan sterilisasi bagi kantor yang sudah ada kasus positifnya, lalu edukasi dan evaluasi penerapan protokol kesehatan baik pada bagian layanan mau­pun aktivitas per­kantoran.
Gugus Tugas Pena­nganan Covid-19 DIY mengumumkan 49 penambahan kasus positif pada Minggu (13/9). Sementara tujuh kasus dinyatakan sembuh dan dua kasus dilaporkan meninggal. Penambahan kasus ini berdasarkan pemeriksaan pada 754 sampel dari 656 orang.
Penambahan kasus positif berdasarkan domisilinya meliputi Sleman 29 kasus, Gunungkidul 6 kasus, Bantul 11 kasus, Kota Jogja 2 kasus dan Kulonprogo 1 kasus. berdasarkan riwayatnya, penambahan ini terdiri dari skrining karyawan Kesehatan 11 kasus, tracing kasus positif 27 kasus, perjalanan luar daerah 3 kasus dan dalam penelusuran 8 kasus.
Dua kasus dilaporkan meninggal yakni Kasus 1.835, laki-laki 58 tahun, Kota Jogja de­ngan komorbid stroke dan hipertensi; Kasus 1.839, laki-laki 77 thaun, Gunungkidul. Adapun kasus sembuh berdasarkan domisilinya meliputi Sleman 3 kasus, Gunungkidul 2 kasus, Kota Jogja dan Kulonprogo masing-masing 1 kasus.
Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 1.836 kasus, dengan 1.332 kasus sembuh dan 52 kasus meninggal. Sementara ketersediaan ranjang di 27 rumah sakit rujukan Covid-19 DIY saat ini meliputi kritikal sisa 24 ranjang dari kapasitas 48 ranjang dan nonkritikal sisa 176 ranjang dari kapasitas 393 ranjang. (Lugas Subarkah/Harian Jogja/JIBI)