Simulasi Tatap Muka Maksimal 26 Sekolah

Akhmad Ludiyanto

SOLO—Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) siswa SMP di Solo akan diikuti maksimal 26 sekolah, baik negeri maupun swasta.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Abdul Haris Alamsah, mengatakan dalam simulasi PTM nanti pengawas SMP mengajukan maksimal dua sekolah di wilayah binaan.
Di Solo ada 13 pengawas SMP, atau dengan kata lain akan ada 26 sekolah yang mengikuti simulasi PTM. “Simulasi PTM melibatkan dua sekolah yang paling siap di masing-masing wilayah pengawas. Sekolah ini nanti bisa negeri bisa swasta,” ujarnya kepada Koran Solo, Sabtu (12/9).
Ia menambahkan saat ini sekolah-sekolah peserta simulasi PTM belum ditentukan. Sebab pengawas masih melakukan monitoring kesiapan sekolah-sekolah binaan masing-masing.

“Masih proses. Bulan ini pengawas masih monitoring sekolah mana yang paling siap,” imbuh Haris.
Rencananya, simulasi PTM diawali dari kelas IX. Meskipun demikian, tidak serta merta semua siswa kelas IX tersebut bisa mengikutinya karena harus ada izin orang tua masing-masing.
“Pihak sekolah akan mengkomunikasikannya terlebih dahulu dengan orang tua. Kalau ada orang tua yang tidak mengizinkan, ya tidak apa-apa. Jadi nanti yang ikut simulasi siswa yang diizinkan orang tuanya.”
Ketentuan lain dalam simulasi adalah setiap kelas hanya diikuti separuh jumlah siswa di dalam kelas tersebut. Para siswa hanya akan belajar selama 2 jam (60 menit x 2) tanpa waktu istirahat.  PTM juga hanya akan dilangsungkan tiga hari dalam sepekan.
Di sisi lain, salah satu siswa SMP negeri di Solo dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini dikonfirmasi oleh Haris. Meski demikian, hal itu tidak mengganggu rencana pelaksanaan simulasi PTM di sekolah bersangkutan jika nantinya terpilih sebagai sekolah peserta simulasi. Sebab simulasi baru akan dilaksanakan Oktober atau November.
“Dalam simulasi nanti siswa dan guru yang komorbid juga tetap PJJ [pembelajaran jarak jauh] ,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, Disdik Solo mengajukan nota dinas kepada Wali Kota Solo terkait rencana sekolah tatap muka. Nota dinas memuat perencanaan, sosialisasi, simulasi, pelaksanaan, hingga pembiasaan.
“Disdik sedang mengajukan nota dinas tentang skenario pembelajaran tatap muka. Tahapan dimulai dari proses perencanaan, sosialisasi, uji coba sekolah dan tingkat terpilih dengan monitor dan kendali yang ketat, sampai pada proses evaluasi dan pembiasaan. Nanti sebelum pelaksanaan ada mekanisme sosialisasi kepada masyarakat termasuk permintaan pertimbangan orang tua peserta didik untuk izin dan persiapannya,” ujar Sekretaris Disdik Solo, Dwi Ariyatno kepada Koran Solo, beberapa waktu lalu.