Surat Bebas Covid Tetap Wajib!

JOGJA—Pemkot Jogja menegaskan warga Jogja maupun dari wilayah Jakarta maupun zona merah Covid-19 lainnya tetap diminta membawa surat bebas Covid-19.

Hafit Yudi Suprobo
redaksi@koransolo.co

Bentuknya berupa surat rapid test maupun swab test seiring pemberlakuan PSBB di Jakarta pada Senin (14/9).
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menegaskan jika tidak pernah ada perubahan terkait dengan masyarakat yang berasal dari luar Jogja, khususnya yang berasal dari wilayah zona merah Covid-19 untuk membawa surat bebas Covid-19 baik itu rapid test maupun swab test. Namun Heroe saat dimintai konfirmasi pada Minggu (13/9), mengakui pemeriksaan terhadap warga Jogja maupun pengunjung yang berasal dari Jakarta maupun wilayah zona merah Covid-19 tidak seketat saat awal-awal pandemi Covid-19.
”Memang mungkin sudah agak kendor dalam hal pemeriksaan, tapi orang dari luar kota kan sudah otomatis sadar untuk membawa surat bebas Covid-19 entah itu rapid test maupun swab test,” terang Heroe. Adapun, upaya pendataan pemudik maupun pendatang yang datang ke wilayah kota Jogja masih dan terus dilakukan oleh pihaknya. Mulai dari kecamatan hingga RW.
”Sudah semua RT RW dan lurah membuat laporan mulai dari pendatangnya berapa dan pemudiknya berapa, itu ada semua. Sejak dulu tidak pernah berhenti, mulai sejak Maret hingga sekarang terus kami monitor,” terang Heroe.
Ketika disinggung mengenai lonjakan pemudik maupun pendatang yang datang ke wilayah Jogja seiring dengan diberlakukannya pada Senin, Heroe menyebutkan jika tidak ada lonjakan yang siginifikan. ”Kalau saya lihat masih stabil,” tutupnya.
Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X juga memberikan perhatian kepada upaya Pemda DKI yang akhirnya memutuskan untuk melakukan PSBB secara ketat di Jakarta. Menurut Sultan, pemberlakuan PSBB secara ketat yang kembali diberlakukan dapat menimbulkan gelombang arus mudik bagi warga Jogja yang berada di Jakarta.
”Kami khawatir sebelum tanggal 14 itu orang Jogja yang ada di Jakarta kembali seperti beberapa waktu lalu. Kan gitu yang mestinya kita waspadai,” ujar Sultan saat diwawancarai di DPRD DIY, Kamis (10/9). Oleh karena itu, Sri Sultan HB X meminta agar Wakil Gubernur DIY melakukan rapat bersama gugus tugas penanganan Covid-19 DIY untuk mengantisipasi adanya arus balik tersebut.
Oleh karena itu, Sri Sultan HB X mengharapkan jika lurah dan jajaran pemangku desa bisa ikut mengantisipasi adanya arus balik tersebut. Desa maupun dusun diharapkan untuk melakukan pencatatan bagi siapapun yang kembali ke wilayah mereka. ”Lurah-lurah bisa mengantisipasi terjadinya arus balik dengan melakukan kebijakan yang sebelumnya dilakukan, wong itu untuk memudahkan tracing, yang penting nanti kalau ada yang sakit tracing-nya mudah,” pungkas Sri Sultan. (Harian Jogja/JIBI)