Tekan Klaster Perkantoran, ASN Swab Massal

SUKOHARJO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo akan menggencarkan pengambilan uji swab dengan metode PCR di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Langkah ini sebagai upaya memutus persebaran virus corona pada klaster perkantoran.
Bupati Sukoharjo sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Kabupaten Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, mengatakan ASN terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik akan menjadi sasaran tes swab massal.
Uji swab diintensifkan kepada ASN setelah dua kasus pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo terkonfirmasi positif Covid-19, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Widodo dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Abdul Haris Widodo. ”ASN jadi sasaran uji swab agar tidak muncul klaster perkantoran di Pemkab Sukoharjo,” kata Wardoyo, Minggu (13/9).
Sebelumnya, Gugus Tugas telah melakukan tracing berupa pemeriksaan swab hidung/tenggorokan dengan metode PCR terhadap kontak erat Pj Sekda. Tak hanya itu juga dilakukan rapid test untuk kontak lainnya. Dari hasil pengambilan swab kepada 35 kontak erat baik pejabat, staf hingga keluarga ditemukan dua kasus positif corona.
Untuk kasus Kepala DPMPTSP selain menutup kantor dan pelayanan di sana, Gugus Tugas juga melakukan tracing kepada 12 kontak erat merupakan pegawai dan keluarga. ”Sampai sekarang kita masih menunggu hasil dari pengembangan Kepala DPMPTSP. Mudah-mudahan tidak ada yang positif lagi,” kata Wardoyo.
Bupati berharap tidak muncul klaster perkantoran di Kabupaten Sukoharjo. Berbagai upaya pencegahan akan dilakukan salah satunya dengan uji swab di kalangan birokrasi.
Wardoyo juga mengingatkan kepada seluruh ASN untuk tidak lengah menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan.  ”Kasus positif di Sukoharjo masih terus naik, jadi jangan lepaskan masker, jangan berkerumun dan saling menjaga jarak,” katanya.
Berdasarkan update data kasus corona dari website resmi www.corona.sukoharjokab.go.id per 12 September, kasus positif masih aktif menjadi 105 kasus atau naik empat kasus dari hari sebelumnya. Terdiri atas 64 orang isolasi mandiri dan 41 orang menjalani rawat inap dirumah sakit. Untuk kasus positif meninggal sebanyak 18 orang. Sedangkan untuk suspek corona ada 862 orang yang terdiri dari 27 isolasi mandiri, 77 rawat inap, 743 selesai pemantauan, 15 meninggal, dan 204 swab negatif.
Sebaran 105 kasus positif corona yang masih ada atau aktif tersebar di 12 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Grogol 16 orang, Kecamatan Kartasura 23 orang, Tawangsari sembilan orang, Nguter 14 orang, Bendosari satu orang, Sukoharjo enam orang. Kemudian Kecamatan Baki empat orang, Mojolaban tujuh orang, Polokarto 14 orang, Bulu tiga orang, Weru dua orang, dan Kecamatan Gatak enam orang.(Indah Septiyaning W.)