Umbul Pengging Kembali Dibuka

BOYOLALI—Pemandian Umbul Peng­ging yang berada di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, sudah kembali dibuka untuk umum setelah ditutup sejak Maret lalu.
Saat Koran Solo mengunjungi lokasi wisata tersebut, Sabtu (12/9) pagi, beberapa kendaraan bermotor terlihat memasuki gerbang utama kawasan Umbul Pengging. Beberapa karyawan menyambut para pengunjung sambil meyodorkan alat pengukur suhu tubuh ke bagian kening.
Pengelola Umbul Pengging, Wardoyo, mengatakan pembukaan kembali Umbul Pengging telah dilakukan sejak Sabtu (5/9). ”Dulu ditutup sekitar 20 Maret. Sebenarnya ini dibolehkan buka 1 [September]. Tapi karena ada persiapan dan sebagainya, kemudian kami buka 5 September,” kata dia kepada wartawan, Sabtu.
Berdasarkan pantauan Koran Solo, di Embung Temanten, salah satu lokasi pemandian di kompleks Umbul Pengging, terlihat sudah ada beberapa pengunjung yang berenang meskipun tidak banyak.
Di kolam-kolam untuk anak-anak juga sudah ada pengunjung yang memanfaatkan. Jumlah pengunjung yang terlihat paling ramai di lokasi itu adalah di Umbul Ngabean. Mereka rata-rata adalah para remaja.
Mengenai jumlah pengunjung yang datang, Wardoyo menyebut saat ini kurang dari 50% dibandingkan sebelum adanya Covid 19. ”Pengunjung belum seperti dulu. Masih didominasi pelanggan rutin. Biasanya yang datang untuk terapi,” kata dia.
Dia mengatakan para pengunjung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya menjalani pemeriksaan suhu badan dulu sebelum masuk gerbang masuk. Selain itu diharapkan para pengunjung juga menjaga jarak.
Salah satu wisatawan dari Karanganyar, Irwan, mengatakan ia mengetahui informasi dibukanya kembali Umbul Pengging sejak sepekan lalu dari teman-temannya.
”Sebelum pandemi Covid 19, sepekan paling tidak dua hingga tiga kali datang untuk berenang. Setelah tahu tempat ini buka kembali, tentu kami antusias. Kami senang bisa olahraga renang lagi,” kata dia.
Meski ada rasa waswas akibat pandemi Covid 19, dia berharap tidak ada masalah. ”Waswas sih ada, soalnya tidak tahu pengunjung di sini itu datang dari mana saja, kondisinya seperti apa. Ya pokoknya jaga kondisi [diri] saja,” lanjut dia.
Mengenai pembukaan lokasi wisata tersebut, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Susilo Hartono, mengatakan pengelolaan lokasi wisata maupun sarana olahraga mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Boyolali No. 49/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) di Kabupaten Boyolali.
”Tetap berpegang pada Perbup No. 49 tahun 2020,” kata dia melalui pesan singkat yang diterima Koran Solo belum lama ini. (Bayu Jatmiko Adi)