PT PEGADAIAN CATAT PERTUMBUHAN POSITIF DI SEMUA LINI LAYANAN Gadai Bunga 0% Diperpanjang

JAKARTA—PT Pegadaian (Persero) memperpanjang program gadai tanpa bunga hingga 31 Desember mendatang. Program Gadai Peduli dengan bunga 0% diperuntukan bagi masyarakat dengan pinjaman sampai
Rp 1 juta.

redaksi@koransolo.co

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian (Persero) Basuki Tri Andayani mengatakan program bunga 0% merupakan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat selama pandemi Covid-19. Program Gadai Peduli ini sudah berlangsung sejak Mei 2020.
”Sampai akhir Agustus 2020 tercatat program ini sudah dimanfaatkan oleh lebih dari 2 juta nasabah dengan total pinjaman Rp1,39 triliun dengan rata-rata pinjaman Rp690.000. Hal ini tentu membantu masyarakat dalam memperoleh solusi keuangan di tengah pandemi yang berdampak pada kondisi perekonomian,” ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9).
Ia menuturkan masyarakat juga dapat mengajukan program tersebut dengan menggadaikan barang dengan melampirkan fotokopi KTP dan mengisi formulir yang sudah disediakan di outlet-outlet Pegadaian. Agar bermanfaat bagi lebih banyak orang, setiap keluarga hanya boleh mengakses satu transaksi.
”Kondisi pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Karena itu Pegadaian memperpanjang program ini agar masyarakat dapat merasakan kehadiran perusahaan se-bagai solusi keuangan yang tepat dalam memberikan solusi,” jelas Basuki.
Diketahui, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 Pegadaian dalam memberikan pelayanan juga menerapkan protokol pencegahan seperti mensyaratkan nasabah untuk dilakukan pengukuran suhu badan, mencuci tangan, memakai masker dan mengatur jarak dalam bertransaksi.
Di satu sisi, Pegadaian men-catatkan pertumbuhan positif di hampir semua lini produk layanannya per Juli 2020. Hal ini terungkap dalam Statistik Peru-sahaan Pergadaian terbaru yang diunggah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dikutip Bisnis, Senin (14/9).
Pegadaian tercatat menyalurkan total pembiayaan dan pinjaman di seluruh produknya mencapai Rp55,02 triliun per Juli 2020, atau naik 1,75% (mtm) dari Juni 2020 di angka Rp54,07 triliun.
Realisasi tersebut membuat Pegadaian mampu melanjutkan tren positif kinerja pembiayaan dan pinjaman. Selama periode pandemi, pembiayaan dan pin-jaman yang disalurkan Pegadaian hanya tercatat sekali mengalami penurunan secara bulanan yakni dari periode April ke Mei 2020, dari Rp53,83 triliun menjadi Rp53,06 triliun.
Kinerja perseroan pada periode Ju-li 2020 masih didominasi oleh lini bisnis utama, yakni layanan Gadai yang meningkat lebih dari Rp1 triliun, dari Rp36,42 triliun per Juni 2020 menjadi Rp37,44 triliun pada Juli 2020.
Produk lain yang turut tumbuh positif, yakni Rahn atau gadai syariah yang naik tipis dari Rp7 triliun pada Juni 2020 ke Rp7,18 triliun per Juli 2020, dan produk Mulia dari Rp494 miliar ke Rp583 miliar.
Sementara itu, layanan Fidusia tercatat turun dari Rp6,33 triliun per Juni 2020 menjadi Rp6,17 triliun per Juli 2020. La-yanan fidusia syariah atau Rahn Tasjili pun turun dari Rp3,81 triliun per Juni 2020 ke Rp3,65 triliun per Juli 2020.
Dengan pertumbuhan bisnis konvensional dan syariah ini, pendapatan Pegadaian dari sisi operasional pun mencapai Rp8,31 triliun, yang apabila ditambah pendapatan nonoperasional Rp3,73 triliun, total income Pegadaian mencapai Rp12,04 triliun.
Angka pendapatan operasional ini tercatat meningkat tajam secara bulanan, yakni 16,2% (mtm) dari Rp7,15 triliun per Juni 2020, maupun secara tahunan mencapai 14,7% (yoy) dari Rp7,24 triliun per Juli 2019.
Namun demikian, kinerja laba kom-prehensif Pegadaian secara ta-hunan senilai Rp1,69 triliun, masih belum bisa lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp1,74 triliun. Hal ini sejalan dengan beban Pegadaian yang juga tampak melejit, karena pada periode Juli 2019 hanya Rp5,08 triliun menjadi Rp9,81 triliun per Juli 2020.
Menilik data tersebut, total beban ini terbagi antara beban operasional senilai Rp6,4 triliun dengan beban nonoperasional yang juga tampak terus naik Januari 2020 hingga mencapai Rp3,4 triliun pada Juli 2020. (JIBI/Detik/Bisnis.com/Aziz Rahardyan)