RSDM Perbesar Kapasitas Ruang Isolasi

SOLO—Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moewardi (RSDM) Solo menambah kapasitas ruang isolasi pasien Covid-19. Jika sebelumnya hanya bisa menampung 108 pasien, dua ruang yang baru difungsikan bisa merawat hingga total 300-an pasien.
Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSDM Solo, Eko Haryati, mengatakan ruangan tersebut mulai difungsikan awal pekan ini.  “Sebelumnya kami hanya menggunakan ruang Melati I dan Anggrek I. Nah, kami sudah membuka ruang Mawar II dan III yang sebelumnya digunakan untuk bangsal VIP perawatan umum,” kata dia, kepada Koran Solo, Selasa (15/9).
Eko mengatakan dari 300-an bed tersebut sudah terisi 80-an atau sekitar 40 persen. Perluasan merupakan salah satu upaya antisipasi lonjakan pasien. “Kami lakukan mengingat RSDM adalah rumah sakit rujukan tersier Covid-19 di Jawa Tengah,” ucap Eko.
Seperti standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ruangan tersebut didesain khusus, memiliki pintu serta jalur khusus untuk pasien dan petugas yang terpisah dari pasien umum. Dengan tambahan ruang, maka RSDM telah tiga kali memperluas kapasitas. Dari semula 51 tempat tidur, menjadi 108, kemudian 200-an tempat tidur.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mencatat 140 dari 320 bed yang tersedia telah dipakai hingga Selasa. Laporan itu diperbarui dua kali sehari pada pagi dan sore hari. “Tidak hanya dari Solo, tapi rujukan daerah sekitar juga. Campur,” kata Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih.
Jumlah bed tersebut sedianya cukup untuk menampung warga Solo, namun karena menerima rujukan dari daerah lain jumlahnya bisa berkurang dari hitungan rasio.
“Saya berharap begini saja tidak tambah lagi. Atau kalau bisa kabupaten sekitar harus menyediakan bed RS sesuai dengan jumlah penduduknya, kalau enggak, ya, bikin RS darurat dengan menghitung angka kesakitan berapa, lalu butuh bed berapa begitu,” tandas Ning, sapaan akrabnya. (Mariyana Ricky P.D.)