Bekal Liburan Habis, Motor Sewaan Digadaikan

SLEMAN—Kehabisan uang saat liburan membuat SY, 30, nekat menggadaikan sepeda motor sewaan atau rental yang ia gunakan untuk berkeliling di Jogja. Warga Lampung ini ditangkap dan terpaksa mendekam di rumah tahanan Polsek Mlati, Sleman.
Kapolsel Mlati, Kompol Hariyanto menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika SY dan kekasihnya berwisata ke Jogja dan ingin berkeliling kota dengan sepeda motor sewaan. Mereka kemudian menyewa sepeda motor pada Sabtu (1/8) melalui rental daring via Twitter. ”Mereka sepakat agar sepeda motor sewaan itu diantar ke salah satu hotel di Jombor, Mlati. Saat diantar itu, sekaligus dibayar tarif sewa selama satu hari sebesar Rp80.000,” kata Hariyanto, Rabu (16/9).
Keesokan harinya, sepasang kekasih itu berkeliling dengan sepeda motor sewaan. Saat sang kekasih meminta untuk pulang ke Lampung, SY kemudian membeli tiket pulang. Namun, ia kehabisan uang untuk uang saku selama perjalanan. ”Saat itu, SY punya ide untuk memperpanjang sewa motor, namun ia malah menggadaikan motor sewaan itu,” kata dia.
Mulanya, perpanjangan sewa yang pertama dibayar SY sebesar Rp150.000 kemudian yang kedua Rp250.000. SY memperpanjang sewanya sampai tanggal 9 Agustus. Namun, tanggal 4 Agustus ia sudah kembali ke Lampung bersama kekasihnya. Sementara, motor itu ia gadaikan ke pegadaian perorangan dan mendapatkan uang sebesar Rp3 juta. ”Uang hasil gadai itu yang digunakan untuk membayar perpanjangan sewa motor,” ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Noor Dwi Cahyo menambahkan setelah pelaku pulang di Lampung, ia teringat dengan sepeda motor itu dan berupaya menebusnya sehingga datang kembali ke Jogja pada 19 Agustus. ”Tapi ternyata uangnya enggak cukup untuk menebus sampai sekarang,” ungkap Dwi.
Pemilik rental yang bernama Ervin, 27, warga Mlati, kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Mlati pada 23 Agustus. Di hari yang sama, pelaku berhasil ditangkap di wilayah Kota Jogja tanpa perlawanan. ”Barang bukti yang kita amankan yaitu dokumen kelengkapan untuk sewa dan satu unit sepeda motor merk [Honda] Vario,” ujarnya.
Atas perbuatannya, SY dipersangkakan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Ia terancam hukuman penjara selama empat tahun sebagaimana pasal 372 atau 378 KUHP. (Lajeng Padmaratri/Harian Jogja/JIBI)