Empat Anggota DPRD DIY Positif Corona

JOGJA—Sebanyak empat anggota DPRD DIY terkonfirmasi positif terjangkit virus corona.

Lugas Subarkah
redaksi@koransolo.co

Keempat anggota dewan ini diketahui positif setelah sebelumnya pada Sabtu (12/9) dilakukan tes swab kepada 32 anggota DPRD DIY, yang hasilnya keluar pada Selasa (15/9). Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, menjelaskan tes swab tersebut merupakan inisiatif mandiri dari DPRD DIY. “32 Anggota dewan sudah swab pada Sabtu lalu, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DIY dan Labkesda [Lab Kesehatan Daerah],” ujarnya kepada wartawan, Rabu (16/9).
Dari 32 anggota dewan yang dites tersebut, empat di antaranya terkonfirmasi positif. Penanganan lebih lanjut terhadap empat anggota dewan yang positif tersebut kemudian diserahkan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk melakukan isolasi, tracing dan lainnya.
Ia tidak menyebutkan keempat anggota yang positif ini dari komisi atau fraksi mana. Meski poritif, keempatnya dalam kondisi tidak bergejala. Adapun sisa anggota DPRD DIY yang belum dites swab pada Sabtu (12/9) lalu, dilaksanakan tes pada Rabu (16/9) di RS Harjolukito. Selain anggota dewan, pihaknya juga akan melakukan tes rapid pada keluarga besar DPRD DIY. “Termasuk Sekwan, wartawan, outsourcing dan lainnya. Bukan karena ada yang positif tapi memang sudah kami rencanakan sejak lama,” katanya.
Tes rapid pada Sekwan telah dilaksanakan dan ditemukan tiga anggota staf Sekwan reaktif. Hasil rapid itu ditindaklanjuti dengan tes swab dan ketiganya dinyatakan negatif. Skrining lingkungan DPRD DIY ini kata dia, untuk memberi contoh kepada masyarakat dan mendorong Pemda DIY agar semakin masif melakukan screening.
Dengan ditemukannya kasus positif ini, kompleks DPRD DIY akan ditutup dan disterilisasi selama tiga hari, mulai Rabu sampai Jumat (16-18/9). Kendati ditutup, kegiatan DPRD DIY yang saat ini tengah membahas anggaran baik perubahan, 2021 dan sebagainya, akan tetap dilaksanakan secara virtual. Untuk tindak lanjut atas temuan ini, ia menyerahkan pada Gugus Tugas Penanganan Covid-19, sehingga ia tidak mengetahui siapa saja yang akan ditracaing dari kasus tersebut. “Apakah Ngarsa Dalem [Sri Sultan Hamengku Buwana X] juga di-tracing itu urusan Gugus Tugas,” ungkapnya.
Sri Sultan diketahui datang ke DPRD DIY untuk rapat paripurna pada Selasa (16/9) dan beberapa kali sebelumnya. Meski demikian, Huda memastikan rapat paripurna hanya dihadiri tujuh orang dan tidak termasuk anggota dewan yang positif. “Kemaren paripurna hanya tujuh orang yang hadir. Ini kami sudah lama menerapkan protap [protokol tetap] kehesatan. Mungkin kalau nggak pakai protap bisa semua positif. Empat orang itu dapat dari mana [penularan] kami enggak ngerti,” ungkapnya.
Ia menegaskan positif corona bukan merupakan kesalahsan atau aib. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja. Menurutnya, terpapar Covid-19 menjadi risiko anggota dewan karena pekerjaannya tidak bisa hanya di dalam ruangan, melainkan harus bertemu dengan orang banyak.
Terpisah, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 48 penambahan kasus positif pada Rabu (16/9). Sementara 50 kasus dinyatakan sembuh, dengan didominasi domisili Sleman yakni sebanyak 45 kasus. Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 14 kasus, Bantul 15 kasus, Kulonprogo delapan kasus, Gunungkidul satu kasus dan Sleman 10 kasus.
Berdasarkan riwayatnya, penambahan kasus berasal dari skrining karyawan kesehatan tiga kasus, skrining kehamilan dua kasus, tracing kasus positif 26 kasus, perjalanan luar daerah lima kasus, kontak keluarga dari luar wilayah empat kasus dan masih dalam penelusuran delapan kasus. “Penambahan ini berdasarkan pemeriksaan pada 848 sampel dari 696 orang,” ujarnya. (Harian Jogja/JIBI)