JMM: Investasi Mencapai Rp26,6 Triliun

JAKARTA–PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) menyatakan akan mengalokasikan dana senilai Rp511 miliar untuk proyek tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo.
Direktur Operasional I Adhi Karya Suko Widigdo mengatakan perseroan akan menganggarkan dana investasi yang cukup besar untuk proyek yang dikerjakan oleh perusahaan PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) tersebut.
“Untuk tahun ini dan tahun depan, Adhi Karya mengalokasikan Rp511 miliar di proyek Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo,” ungkap Suko kepada Bisnis, Rabu (16/9). Suko menerangkan alokasi investasi emiten berkode saham ADHI untuk proyek jalan tol pada tahun ini memang cukup besar yakni Rp610 miliar atau sekitar 43% dari total rencana belanja modal tahun ini.
Selain proyek tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo, ADHI juga tengah mengusahakan dua proyek investasi sistem penyediaan air minum, tiga proyek investasi jalan tol, dan beberapa investasi di proyek infrastruktur lain.
Seperti diketahui, dua konsorsium perusahaan karya saat ini tengah bersaing untuk memenangkan lelang proyek tol Bawen-Yogyakarta. Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR mencatat ada dua konsorsium yang lolos tahapan seleksi prakualifikasi dan masuk ke tahapan lelang selanjutnya.
Dua konsorsium yang lolos tersebut yakni pertama konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Konsorsium kedua yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Nusantara Infrastructure Tbk.
Direktur Utama PT JMM Adrian Priohutomo sebelumnya mengatakan nilai investasi secara keseluruhan untuk proyek jalan tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo mencapai Rp26,6 triliun. Dia menerangkan proyek ini membentang sepanjang 96,57 kilometer dan terdiri dari tiga seksi.
Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan total investasi porsi Jasa Marga di proyek Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo hingga akhir masa konstruksi sesuai dengan kepemilikan saham Jasa Marga di proyek tersebut adalah sebesar Rp6,659 triliun. Saat ini Jasa Marga masih mengikuti perkembangan dari proses tahapan lelang.
Eka memberikan gambaran bahwa hampir seluruh belanja modal atau capital expenditure emiten berkode saham JSMR tersebut digunakan untuk pembangunan ruas tol baru. Di tengah pandemi seperti ini, pengeluaran capex akan bergantung pada rencana penyelesaian proyek hingga akhir tahun 2020.
Sementara itu Corporate Secretary Wijaya Karya, Mahendra Vijaya menyebutkan saat ini tahapan le-lang proyek sedang dalam proses evaluasi. ”Saat ini masih dalam proses evaluasi, untuk porsi saham WIKA dalam konsorsium lelang mencapai 51%,” ujarnya.
Adapun sebelumnya Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebut proses lelang proyek jalan tol Bawen-Yogyakarta saat ini masih terus berjalan.
Kepala BPJT Danang Parikesit menyatakan pihaknya sedang melakukan klarifikasi dokumen para peserta lelang. ”Proses lelang [Tol Bawen-Yogyakarta] sedang berjalan. Saat ini sedang tahapan klarifikasi sampul I dari dokumen lelang,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (15/9).
Berbeda dengan data JMM, data Kementerian PUPR menyatakan proyek tol ini memiliki panjang 75,82 kilometer, dan rencananya membutuhkan investasi mencapai Rp17,7 triliun.(JIBI/Bisnis Indonesia/Ria Theresia Situmorang)