Tak Bermasker, Kepala Satpol PP Didenda

SRAGEN—Kepala Satpol PP Sragen Heru Martono menjadi salah satu orang yang terkena sanksi akibat tidak mengenakan masker di tempat umum.
Karena berstatus sebagai penegak peraturan, Heru mendapat sanksi dua kali lipat dari masyarakat umum seperti diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) No. 54/2020.
Sesuai Perbup, sanksi denda Rp50.000/orang diberikan bagi siapa pun yang terbukti tak mengenakan masker saat terjaring operasi gabungan yang dikoordinasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen.
Namun di lingkungan Satpol PP sebagai aparat penegak perda memasang standar sanksi lebih berat, yakni sanksi denda Rp100.000/orang plus push up 10 kali. Sanksi itu berlaku bagi seluruh personel Satpol PP dari Kasat sampai staf.
“Aparat Satpol PP yang bertugas menertibkan warga harus jadi contoh dulu. Personel Satpol PP harus disiplin dulu sehingga sanksinya berat. Mau kepala atau pegawai kalau tidak pakai masker dihukum push up,” ujar Kepala Satpol PP Sragen Heru Martono sebelum Perbup No. 54/2020 diberlakukan, beberapa hari lalu.
Aturan yang dibuat itu memang berlaku bagi Heru sendiri, meskipun statusnya sebagai Kepala Satpol PP Sragen. Sejak Perbup itu diberlakukan, sudah ada dua orang personel Satpol PP yang terbukti melanggar dan diberi sanksi denda Rp100.000 dan push up 10 kali.
Salah satunya adalah Heru Martono sendiri. Ia pernah kedapatan lupa memakai masker. “Iya, betul saya kena sanksi denda dan push up itu, hehehe,” ujar Heru saat dihubungi Koran Solo, Rabu (16/9). (Tri Rahayu)