Gempa Bukan karena Aktivitas Merapi

Mariyana Ricky P.D.

SOLO—Gempa darat bermagnitudo 2,9 Skala Richter (SR) terjadi dengan titik pusat di Kota Solo, Minggu (20/9/2020) pada pukul 10.23 WIB.
Gempa tersebut tidak dirasakan masyarakat dan belum ada laporan kerusakan. Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie, mengaku pihaknya tidak merilis informasi maupun analisis terkait gempa lantaran tidak dirasakan.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 4
Namun, ia menyebut gempa tersebut disebabkan oleh sesar lokal bermagnitude di bawah 5 SR. “Kalau lihat parameternya ini gempa dangkal disebabkan sesar lokal. Tapi kalau misalnya kejadiannya (daerah) agak ke selatan banyak penyebabnya. Misalnya, aktivitas zona subduksi atau bisa juga karena zona megathrust,” kata dia, kepada wartawan, Minggu siang.
Ajie, sapaan akrabnya, menyebut analisis baru bisa didapat setelah menilai dari sejumlah parameter. Kendati begitu, ia memastikan tak ada gempa susulan sesudah gempa pada pukul 10.23 WIB itu. Gempa disebabkan patahan-patahan sesar lokal.
Secara seismotektonik, wilayah Jawa Tengah sisi selatan termasuk Solo, termasuk daerah aktif gempa namun tidak sering terjadi gempa bumi. Pada pekan depan, pihaknya berencana melakukan relokasi sensorik gempa.
“Kami akan menerjunkan tim survei guna mengecek lokasi yang tepat untuk memasang seismograf. Ini termasuk bagian dari program merapatkan jaringan pendeteksi gempa bumi. Salah satu lokasi target kami tahun ini, di sekitar Gunung Sindoro, Sumbing, dan Merapi. Tapi, kami mencoba untuk tidak overlap dengan sensorik milik Pemantau Gunung Api,” jelas Ajie.
Ia memastikan gempa tersebut tidak ada kaitannya dengan aktivitas vulkanik Gunung Merapi melainkan murni aktivitas tektonik. Sesar lokal itu bergerak, ketika gerak melepaskan energi secara tiba-tiba maka terjadi gempa bumi tersebut.
“Ketika terjadi gempa bumi, sensor kami mencatat dan kami menganalisis, dan kami lihat episentrumnya di sekitar Solo,” bebernya.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan dari BMKG DIY, pusat gempa berjarak tujuh kilometer barat laut Kota Solo. ”Info gempa magnitudo 2,9 SR, 20 September 2020 10.23 WIB, 7 kilometer barat laut Kota Surakarta, Jawa Tengah,” bunyi keterangan dari BMKG DIY, Minggu (20/9/2020).
Pusat gempa berada di 7.51 lintang selatan (LS), 110.80 bujur timur (BT), dengan kedalaman 13 kilometer.
Terpisah, Kepala BPBD Solo, Eko Prajudhy Noor Aly, membenarkan ada laporan terjadi gempa darat. Namun pihaknya belum menemukan adanya kerusakan dampak gempa berskala kecil itu.
”Iya infonya demikian (gempa darat), tapi sampai saat ini belum ada laporan kerusakan,” kata Eko.