Habis Masker, Baru Jamu

 

Indah Septiyaning W.

SUKOHARJO—Aksi unik dilakukan anggota Polres Sukoharjo saat membagi-bagikan masker bersama anggota Komisi III DPR Eva Yuliana di Simpang Lima Sukoharjo, Minggu (20/9/2020) pagi.
Para anggota Polres Sukoharjo itu berdandan ala tokoh pewayangan seperti Arjuna, Semar, Nakula dan lainnya. Sambil membawa poster bertuliskan Ayo Pakai Maskermu, Cegah Penyebaran Covid-19 dan Hindari Kerumunan dan Jaga Jarak, mereka mengawal Eva bersama Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas saat bagi-bagi masker.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Tak hanya itu para polisi wanita (Polwan) cantik mendadak menjadi bakul jamu gendongan. Polwan cantik tersebut membagikan jamu seperti kunir asem, beras kencur kepada para pengguna jalan.
Sontak aksi ini menyedot perhatian para pengguna jalan. Mereka tak hanya menerima masker gratis namun juga meminum jamu tradisional yang dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh.
Salah satunya warga Begajah, Sukoharjo, Desiana, 40, mengapreasiasi langkah jajaran aparat kepolisian yang membagikan masker plus jamu secara gratis bagi pengguna jalan.
”Lumayan tidak perlu beli masker. Udah dapat masker gratis. Sekarang wajib keluar rumah pakai masker, apalagi bakal didenda kalau tidak pakai masker,” katanya.
Eva Yuliana mengatakan kegiatan bagi-bagi masker dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona di Kabupaten Sukoharjo. Cara tak biasa pun dilakukan saat bagi-bagi masker.
Hal ini untuk menambah perhatian warga agar sosialisasi penggunaan masker lebih mengena ke masyarakat. Salah satunya dengan memberikan jamu tradisional dan didampingi para tokoh pewayangan.
”Hari ini kami ada 2.500 masker yang saya serahkan ke Polres dan dibagikan kepada masyarakat di Sukoharjo. Masker ini mampu melindungi warga terhindar dari virus corona,” katanya.
Eva berharap masyarakat meningkatkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan rajin cuci tangan. Selain itu juga meminum jamu tradisional yang dipercaya secara turun temurun oleh masyarakat Indonesia mampu meningkatkan daya tahan tubuh.