SUSAN SAMEH. Guru Antibucin

 

Main bareng di film Bucin, Andovi Da Lopez dan Susan Sameh punya tips khusus agar tak ikutan jadi budak cinta (bucin). Apa itu?

“Kalau gue jadi guru antibucin, satu hal yang gue mau gue sampaikan adalah, sebelum kalian mencintai seseorang, kalian harus mencintai diri sendiri dulu. Karena kebanyakan orang menyakiti diri mereka sendiri karena cinta sama seseorang,” ungkap Susan Sameh, Minggu (20/9/2020).
Sementara Andovi punya anjuran lain yakni pentingnya jujur dalam sebuah hubungan. ”Di film itu ada beberapa hal. Tapi di trailer ada terlihat (slogan) kesabaran adalah kunci. Nah kebanyakan orang nggak sabar. Sabar itu bisa ke mana aja, pasangan, pekerjaan,” ungkap Andovi.
Dikemas secara komedi, Bucin menceritakan tentang perjalanan empat sahabat untuk lepas dari kebucinan mereka yang akut terhadap pasangan masing-masing.
Andovi berharap, film ini dapat diterima banyak kalangan. Bagi Jovial Da Lopez, bucin dalam film ini tak hanya menyorot pasangan yang tengah berpacaran. Ia menggali kisah dari konflik asmara berbagai tipe pasangan bahkan mereka yang sudah serius akan menikah.
”Kami mau nunjukin kalau range bucin ini luas. Soalnya kebanyakan orang mikir kalau bucin itu hanya ketika baru pacaran, tapi itu sebenarnya yang ingin kita patahkan. Kata bucin ini sebenarnya berlaku pada banyak tipe hubungan, bukan cuma orang di awal pacaran. Bisa orang yang sudah pacaran 6 tahun, pacaran 3 tahun, sudah menikah, mau menikah. Bucin ini berlaku kepada semuanya. Ketika satu pihak lebih dirugikan dari pihak lain,” ungkap Jovial.
”Intinya bisa dirangkum ketika cinta sudah mulai merugikan satu dengan yang lainnya, itu tanda-tanda budak cinta. Maksudnya, kalau cinta sudah mulai merugikan satu sisi, dan yang lainnya tetap bertahan di situasi merugikan itu, itulah bucin,” tukas Chandra Liow. (detik/JIBI)