Ustaz di Sragen Meninggal Terpapar Covid-19

SRAGEN—Seorang ustaz di Sragen, Habib Masduki, 42, meninggal dunia setelah terpapar Covid-19. Habib Masduki menjadi satu dari tiga pasien corona yang meninggal Sabtu-Minggu (19-20/9/2020).
Total kasus kematian positif Covid-19 di Sragen hingga Minggu mencapai 23 orang. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), dua orang yang meninggal pada Sabtu lalu meliputi perempuan asal Sumberlawang, D, 60, yang meninggal pada Jumat (18/9/2020) malam di RS Indriati Salatiga.
D terkonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa (15/9/2020). Pasien perempuan asal Kalijambe, W, 60, juga meninggal dunia pada Jumat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. W diketahui sebagai suspect pada Rabu (16/9/2020) dan terkonfirmasi positif pada Jumat.
Data kematian dua pasien simptomatik tersebut baru ter-update di DKK Sragen pada Sabtu. Selain dua pasien tersebut, ada satu pasien laki-laki, HM, 42, meninggal dunia di RSUD dr. Moewardi Solo pada Minggu siang.
HM yang seorang ustaz mengalami gejala batuk dan badan lemas pada Jumat (11/9/2020). Karena gejala tersebut, HM dibawa RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Berdasarkan foto ucapan duka cita yang beredar di internet, HM adalah Habib Masduki, alumnus IAIN Surakarta yang dikenal sebagai ustaz di Sragen.
“Kemudian pada Kamis (17/9/2020) dirujuk ke RSUD dr. Moewardi Solo dan meninggal hari ini. Selain itu, ada satu pasien Covid-19 baru HS, 80, warga Gemolong yang dirawat di RSUD Gemolong karena gejala badan lemas,” ujar Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) DKK Sragen, dr. Sri Subekti.
Setelah Habib Masduki meninggal dunia, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati membuat pengumuman setelah berkoordinasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 4
Bupati menyampaikan terkait dengan pemakaman almarhum Ustaz Habib Masduki mengikuti protokol Covid-19. Bupati menerangkan jenazah dari RSUD dr. Moewardi Solo langsung dibawa menuju ke permakaman.
“Demi menjaga semuanya maka tidak boleh ada yang takziah di rumah almarhum. Dimohon untuk salat gaib dan mendoakan dari rumah masing-masing. Sementara itu dulu informasi dari PCNU. Surat instruksi menyusul. Karena almarhum positif Covid-19 maka jenazah tidak disemayamkan di rumah duka,” jelas Yuni, sapaan Bupati, saat dihubungi Koran Solo, Minggu.
Sementara, Ketua PCNU Sragen K.H. Ma’ruf Islamuddin bersama pengurus PCNU lainnya mengeluarkan surat instruksi Salat Ghaib dari rumah dan yassin-tahlil dengan nomor PC.11.17/B/170/IX/2020 tertanggal 20 September 2020. Surat tersebut ditujukan kepada Majelis Wakil Cabang (MWC) se Kabupaten Sragen, Ranting NU se-Kabupaten Sragen, dan Banom serta Lembaga NU se-Kabupaten Sragen.
Tambahan kasus Covid juga terjadi di Solo. Dua hari berturut-turut pada Sabtu-Minggu, Satgas Penanganan Covid-19 Solo mencatat tambahan 13 kasus baru.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan beberapa hari terakhir pasien suspect yang naik kelas jadi kasus konfirmasi terus bertambah. Hampir setiap hari terdapat tambahan dari kategori tersebut. Biasanya mereka juga membawa ekor kasus saat dilakukan tracing.
“Kalau ditarik ke belakang, tambahan hampir 500 kasus itu terjadi dua bulan terakhir. Harusnya ini menjadi perhatian warga untuk semakin memperketat protokol kesehatan, bukan sebaliknya,” kata dia, saat dihubungi, Minggu malam
Ning, sapaan akrabnya, mengatakan tambahan dua hari terakhir didominasi oleh kalangan risiko tinggi yakni para lanjut usia. Dari 13 kasus, 11 di antaranya berasal dari kalangan 50 tahun ke atas.
Perincian domisilinya, masing-masing seorang dari Kelurahan Sumber, Pajang, Kepatihan Wetan, dan Jebres, dan Tipes. Kemudian, 2 orang dari Kelurahan Mojosongo serta masing-masing 3 orang dari Kelurahan Gilingan dan Banjarsari.
“Operasi yustisi dengan sanksi kerja sosial yang terus dijalankan diharapkan bisa menekan kasus,” kata dia.
Di Klaten, kasus baru bertambah 14 pasien. Penambahan 14 pasien terkonfirmasi baru itu berasal dari Kecamatan Kalikotes (tiga orang), Kecamatan Wedi (dua orang), Kecamatan Trucuk (dua orang), Kecamatan Ngawen (dua orang), Kecamatan Klaten Selatan (dua orang), Kecamatan Delanggu (satu orang), Kecamatan Klaten Utara (satu orang), dan Kecamatan Bayat (satu orang).
“Sebanyak lima orang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara, sembilan orang lainnya menjalani isolasi mandiri di bawah pengawasan tim medis,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, Minggu. (Taufiq Sidik Prakoso/ Tri Rahayu/ Mariyana Ricky P.D.)