Wisata Air Ditutup Lagi

KLATEN—Pembolehan pembukaan objek wisata air di Klaten dianulir kembali. Per Senin (21/9/2020), seluruh wisata air kembali ditutup untuk waktu yang belum jelas.

Taufiq Sidik Prakoso

Penutupan ini sebagai respons atas meningkatnya kasus Covid-19 di Soloraya, khususnya Klaten.
Penegasan itu seperti yang tertulis pada Surat Edaran (SE) Sekretariat Daerah (Setda) Klaten No 556/559/13 perihal penutupan sementara kolam renang dan sejenisnya di masa pandemi Covid-19. Surat tertanggal 17 September yang ditandatangani Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Klaten, Ronny Roekmito, itu ditujukan kepada camat se-Klaten.
Merujuk pada Instruksi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) No 2/2020, destinasi wisata yang memiliki atraksi berupa kolam renang/water boom/pemandian air tawar/umbul/arung jeram/wahana air yang memiliki kontak fisik langsung, dilarang untuk dipergunakan.
Lantaran hal itu, para camat bersama tim gugus tugas diminta mengondisikan di masing-masing wilayah dengan memberikan pembinaan kepada pengelola destinasi wisata air untuk memenuhi instruksi gubernur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho, mengatakan Pemkab hingga kini masih mengacu pada instruksi gubernur terkait pengelolaan objek wisata air selama masa pandemi Covid-19. Artinya, objek wisata air masih dilarang dioperasikan atau dibuka untuk umum.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 4
Nugroho menjelaskan sebelumnya ada sejumlah pengelola objek wisata air yang nekat membuka usaha mereka. Dia memahami hal itu lantaran terdesak biaya operasional. “Tetapi, kami harus tetap menjalankan aturan yang ada,” kata Nugroho saat dihubungi Koran Solo, Minggu (20/9/2020).
Nugroho menuturkan surat teguran sudah dilayangkan ke pengelola objek wisata air yang nekat buka akhir-akhir ini. Untuk mengantisipasi objek wisata air lainnya nekat beroperasi, Pemkab mengeluarkan SE perihal penutupan sementara kolam renang dan sejenisnya di masa pandemi Covid-19.
Nugroho mengatakan dalam rapat di Mapolda Jateng beberapa waktu lalu, pembukaan kembali objek wisata air masih dalam kajian menyangkut potensi penularan Covid-19 melalui air.
“Kami pertanyakan itu mengingat di Klaten banyak umbul. Hasilnya juga mengambang. Kemudian kami konsultasikan dengan gugus tugas kabupaten. Dengan pertimbangan kasus Covid-19 di Klaten masih tinggi akhirnya untuk sementara masih belum diizinkan buka,” jelas dia.
Disinggung objek wisata kuliner yang melengkapi fasilitas dengan kolam renang seperti yang banyak ditemui di wilayah Kecamatan Polanharjo dan Tulung, Nugroho menjelaskan kolam renang tetap wajib ditutup sementara.
“Kolam renangnya tetap tutup dulu. Seandainya ada kuliner, ya tidak masalah kulinernya. Tetapi harus memperhatikan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan mengenakan masker,” urai dia.
Lebih lanjut Nugroho mengimbau para pengelola objek wisata terutama wisata air mematuhi regulasi yang saat ini masih berlaku. Hal itu dilakukan untuk mencegah persebaran Covid-19 di objek wisata.
Sementara itu, sejumlah pelaku usaha kuliner di wilayah Kecamatan Tulung dan Polanharjo mulai menutup kembali fasilitas kolam renang. Seperti di Umbul Asri di Desa Wunut, Kecamatan Tulung yang berencana menutup kolam renang mereka mulai Senin (21/9). Sementara, warung kuliner tetap buka seperti biasa.
Begitu pula yang dilakukan di Pancingan 100, Desa Wunut yang juga memiliki fasilitas kolam renang. “Yang ditutup hanya kolam renangnya saja. Untuk kulinernya tetap buka. Kami selama ini terus menerapkan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu saat masuk serta mewajibkan pengunjung mengenakan masker,” kata salah satu petugas keamanan, Edi.
Sejumlah objek wisata air yang sempat buka yakni Umbul Pelem di Desa Wunut, Kecamatan Tulung dan Umbul Manten di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo. Kedua objek wisata air yang bersebelahan itu sempat buka selama dua hingga tiga pekan terakhir.
Dua objek wisata air itu ditutup lagi oleh pengelola mulai Senin (21/9). Penutupan itu menyesuaikan surat edaran (SE) Setda Klaten No. 556/559/13 perihal penutupan sementara kolam renang dan sejenisnya di masa pandemi Covid-19.
Direktur Utama Badan Usaha Milik (BUM) Desa Sumber Kamulyan, Desa Wunut, Saryanto, menjelaskan Umbul Pelem dibuka kembali oleh BUM desa sejak tiga pekan terakhir tepatnya 20 hari lalu. Salah satu alasan yang melatarbelakangi pembukaan kembali objek wisata air itu lantaran faktor ekonomi. Pasalnya, selama enam bulan terhitung sejak pertengahan Maret aktivitas Umbul Pelem lumpuh.
Meski tanpa pendapatan, biaya operasional jalan terus seperti biaya perawatan serta gaji karyawan yang berjumlah sekitar 12 orang.
“Alasan pertama karena setiap bulan kami juga harus menggaji karyawan. Kalau terus menerus tidak ada pemasukan, kami menggaji dari mana. Kemudian dari tenaga kuliner sudah banyak yang mengeluh dan keluarganya sulit mencari makan. Karena satu-satunya sumber pendapatan dari umbul,” kata Saryanto saat berbincang dengan Koran Solo, Minggu.
Saryanto mengatakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diterapkan selama tiga pekan terakhir. Setiap pengunjung wajib bermasker ketika memasuk objek wisata. Ada pemeriksaan suhu serta diwajibkan mencuci tangan mereka.
Sebanyak dua kali dalam sepekan dilakukan penyemprotan disinfekstan. Saban hari, ada penggantian air di kolam renang. “Jadi setiap pagi airnya selalu baru. Ada pembatasan jumlah pengunjung. Kami sistemnya buka tutup. Ketika kami lihat di dalam pengunjung sudah hampir penuh, kami tutup dulu pintu masuk sampai pengunjung berkurang,” kata Saryanto.
Terkait jumlah pengunjung selama tiga pekan beroperasi di masa pandemi, Saryanto menjelaskan pada akhir pekan jumlah pengunjung sekitar 2.000 orang/hari. Pada hari biasa atau di luar akhir pekan, jumlah pengunjung sekitar 400 orang/hari. “Kapasitas Umbul Pelem 6.000-8.000 orang,” urai dia.
Soal penutupan Umbul Pelem, Saryanto mengaku tak mengetahui hingga kapan. Pengelola menunggu petunjuk dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten untuk membuka kembali objek wisata.
Disinggung kemampuan finansial BUM desa, Saryanto menjelaskan masih cukup membiayai operasional Umbul Pelem termasuk menggaji karyawan selama enam bulan ke depan.
“Harapan kami Pmbul Pelem secepatnya diizinkan dibuka lagi mengingat pertimbangan Desa Wunut kemampuan ekonominya dari Umbul Pelem,” kata dia.
Direktur BUM Desa Sinergi, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Imron, mengatakan selama dua pekan terakhir Umbul Manten dibuka untuk umum dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Kurang lebih dua pekan lalu kami buka. Tetapi Insya Allah Senin tutup karena dapat surat dari Setda Klaten,” kata Imron. Seperti diketahui, Bupati Klaten Sri Mulyani sempat melonggarkan wisata air. Tempat wisata boleh buka tapi dengan protokol ketat.