Modal Ideal Menuju Roland Garros

ROMA—Novak Djokovic meraih pencapaian fenomenal dalam dunia tenis hanya lima hari setelah didiskualifikasi dari US Open 2020. Djokovic kini menjadi petenis dengan trofi turnamen Masters 100 terbanyak (36 trofi), melewati Rafael Nadal, setelah menjuarai Italian Open 2020.
Dalam final yang digelar di Roma, Selasa (22/9/2020) dini hari WIB, petenis Serbia itu mengalahkan andalan Argentina, Diego Schwartzmann dengan skor 7-5, 6-3.
Satu lagi sejarah yang ia cetak adalah pekan ini ia mengawali pekan ke-287 sebagai petenis peringkat satu terlama di dunia, melampaui panutannya, Pete Sampras, yang berada di posisi tersebut selama 286 pekan. Deretan capaian itu menjadi modal berharga Djokovic untuk menatap ajang French Open 2020 enam hari lagi.
Dalam turnamen Roland Garros, Djokovic mengincar gelar grand slam ke-18 atau mendekati peraih gelar grand slam terbanyak yakni Roger Federer (20) dan Nadal (19). Djokovic sendiri baru sekali memenangi ajang French Open yakni tahun 2016 menyusul dominasi Nadal di seri tanah liat tersebut.
“Hal ini [gelar Italian Open] mem­buat saya sangat puas dan bangga. Beralih ke Paris [French Open], saya tidak bisa meminta turnamen yang lebih baik daripada ini. Gelar penting lainnya dan saya sangat senang jika itu terwujud,” ujar petenis berjuluk Djoker itu, dilansir BBC, Selasa.
Djokovic memang sempat melalui masa frustrasi setelah didiskualifi­kasi di US Open akibat lemparan bolanya yang mengenai hakim garis. Di Italian Open, amarah sang petenis kembali muncul setelah dia menang susah payah atas petenis nonunggulan, Dominik Koepfer, di perempat final. Djokovic tampak membanting raketnya.
Aksi kurang simpatik juga di­tunjukkannya saat semifinal kon­tra Pablo Carreno Busta. Dia di­peringatkan karena bersumpah serapah di laga itu. Djokovic tentu perlu memperbaiki perangainya jika ingin meraih hasil maksimal di Roland Garros. (Chrisna Chanis Cara)