Tulang Bandeng untuk Bahan Pelembab

SOLO—Tim mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (SV UNS) Solo menggagas pemanfaatan kolagen dari limbah tulang ikan bandeng sebagai bahan aktif pembuatan losion.
Ide tersebut dituangkan dalam karya tulis berjudul “Ocicha Losion: Inovasi Losion Kaya Kolagen Dari Limbah Tulang Ikan Bandeng (Chanos chanos F.)”.
Karya tulis ini meraih juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Halal Patika yang diselenggarakan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia DIY secara daring (dalam jaringan), Sabtu (19/9/2020) pekan lalu.
Tim mahasiswa UNS tersebut terdiri atas Putri Indah Nurani, Astri Hidayati, dan Diah Ayu Mustika Sari.
Putri mengatakan, semangat dari ide ini adalah pemanfaatan kolagen dari hewan halal untuk dijadikan bahan pembuatan losion serta mengajak muslim Indonesia menggunakan produk kosmetik yang halal.
“Melihat banyaknya limbah yang dihasilkan tulang ikan bandeng yakni yang belum termanfaatkan secara optimal serta hanya dimanfaatkan sebagai pembuatan kerupuk dan kukis, kami sebagai mahasiswa DIII Farmasi menginisiasi pembuatan losion ini untuk mengurangi limbah tulang ikan bandeng yang ada di Indonesia. Dengan pemanfaatan tulang bandeng pada pembuatan kosmetik, juga dapat meningkatkan nilai ekonomis dari limbah ini,” terang Putri dalam siaran pers UNS, Selasa (22/9/2020).
Dengan mengusung konsep ramah lingkungan, inovasi mahasiswa SV UNS ini juga menggunakan kemasan primer dari kaca yang dapat didaur ulang agar mengurangi penambahan sampah plastik di Indonesia.
“Kami mengangkat topik ini dikarenakan latar belakang kami sebagai mahasiswa Farmasi yang ingin meningkatkan Pharmaceutical elegance, di mana dengan meneruskan ide lomba yang sebelumnya diikuti oleh Putri Indah Nurani, yakni pembuatan salep dari tulang ikan bandeng pada acara eksibisi yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Semarang,” lanjutnya.
Sementara itu, tim yang dibimbing dosen Dian Eka Ermawati, tersebut telah mempersiapkan paper sejak bulan Juli-Agustus. Setelah diumumkan masuk finalis pada 14 September, Putri dan rekan-rekannya langsung membagi tugas untuk presentasi materi.
“Untuk presentasi dan tanya jawab hanya perwakilan tim. Walau kami panik dan ini merupakan kali pertama lomba LKTI, kami berikhtiar selalu berlatih dan melakukan latihan dengan presentasi di depan kakak tingkat yang lebih banyak pengalamannya dalam bidang LKTI,” katanya. (Akhmad Ludiyanto)