Klaten Sisakan Kemalang

KLATEN—Kecamatan Kemalang yang terletak di lereng Gunung Merapi menjadi satu-satunya wilayah di Klaten yang masih bebas kasus Covid-19.

Taufiq Sidik Prakoso

Sementara, 25 kecamatan lainnya sudah terpapar virus corona dengan jumlah yang meningkat dari hari ke hari. Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Solo, kasus Covid-19 di Kota Bersinar muncul kali pertama pada 1 April 2020. Sejak saat itu, Pemkab menyatakan Klaten dalam kondisi kejadian luar biasa (KLB) Covid-19.
Selama hampir tujuh bulan pandemi Covid-19 berlangsung, hanya Kecamatan Kemalang dari total 26 kecamatan di Klaten yang belum pernah ada kasus pasien terkonfirmasi positif terpapar virus corona hingga kini.
“Untuk saat ini [Rabu siang] yang tidak ada kasus Kemalang, Manisrenggo, dan Karangdowo. Tetapi, untuk yang sejak awal pandemi hingga saat ini tidak ada kasus hanya di Kemalang,” kaa Koordinator Pusdalops Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/9/2020).
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Ronny mengakui Kemalang menjadi wilayah yang saban hari didatangi warga dari berbagai daerah terutama para sopir truk yang mencari pasir. Namun, rata-rata interaksi antarorang di wilayah Kemalang lebih banyak di luar ruangan.
“Analisis kami sementara seperti itu. Di wilayah sana walupun banyak orang dari luar daerah datang, mereka berinteraksinya lebih banyak di ruang terbuka. Jadi potensi penularan lebih kecil,” kata Ronny.
Meski masih belum ada kasus, Ronny menekankan disiplin penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 wajib dilakukan. Tak hanya di Kemalang, disiplin protokol kesehatan diterapkan di seluruh tempat.
Terkait persebaran kasus Covid-19 di Klaten, Ronny menjelaskan beragam. Saat awal pandemi, mayoritas pasien Covid-19 di Klaten tertular dari luar wilayah. Belakangan, lonjakan kasus Covid-19 berawal dari kegiatan menjenguk orang sakit dan lahiran atau tilik serta rapat. “Rata-rata memang karena ketidakdisiplinan. Seperti saat tilik ternyata tidak mengenakan masker, termasuk saat rapat,” kata dia.
Sementara itu, penambahan pasien Covid-19 di Klaten sepanjang September hampir saban hari ada. Pun halnya dengan pasien sembuh yang saban hari diumumkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Klaten.
Terkait kondisi itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani, meminta ada peningkatan kedisiplinan warga mematuhi protokol kesehatan. “Kedisiplinan masyarakat menentukan tambah atau tidak dan kejujuran. Makanya, kami terus mengimbau agar kedisiplinan mematuhi protokol pencegahan Covid-19 ini tetap ditaati,” kata bupati yang mencalonkan kembali pada Pilkada akhir Desember mendatang.
Camat Kemalang, Budi Prasetyo, membenarkan hingga kini belum ada kasus Covid-19 di wilayahnya. “Untuk kemalang relatif aman,” kata Budi.
Budi menuturkan penerapan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah. Hal itu termasuk pembentukan gugus tugas di tingkat desa hingga RT dan RW. Selain itu, dia mengakui selama ini warga di wilayah Kemalang relatif sudah terlatih kesiapsiagaan bencana, termasuk menghadapi Covid-19.
Dia berharap hingga pandemi berakhir, tak ada kasus Covid-19 yang terjadi di wilayah yang ia pimpin.
Sementara itu, sebanyak 19 pasien positif Covid-19 di Klaten dinyatakan sembuh, Rabu. Di samping belasan pasien positif Covid-19 sembuh, di Klaten juga terdapat penambahan tujuh kasus baru.
Ke-19 pasien yang dinyatakan sembuh berasal dari Jogonalan dua orang, Delanggu tiga orang, Klaten Utara dua orang, Jatinom satu orang, Ngawen satu orang, Trucuk dua orang, Kebonarum tiga orang, Klaten Tengah dua orang, Klaten Selatan satu orang, Tulung satu orang, serta Karangnongko satu orang.
Belasan pasien positif Covid-19 yang sudah sembuh itu terpapar virus corona dalam kurun waktu 18 Agustus 2020 hingga 15 September 2020. Sebanyak 17 pasien positif Covid-19 sempat dirawat di rumah sakit (RS). Sedangkan dua lainnya menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan tim medis.
“Hasil evaluasi pemeriksaan dari 19 pasien tersebut menunjukkan negatif. Seluruh pasien tetap diwajibkan menjalani isolasi mandiri minimal tujuh hari,” kata Jubir PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo.
Selain 19 pasien sembuh, lanjut Cahyono Widodo, di Klaten juga terdapat penambahan tujuh kasus positif Covid-19, Rabu. Masing-masing satu orang dari Kalikotes (IS, 24/perempuan); satu orang dari Prambanan (K, 61/ perempuan); tiga orang dari Jogonalan (RSW, 27/perempuan dan JAR, 7 bulan/laki-laki, serta HK, 40/laki-laki); satu orang dari Klaten Tengah, yakni CCP, 28/perempuan; satu orang asal Cawas, yakni berinisial S, 37/perempuan.
”Enam orang dari penambahan kasus terkonfirmasi menjalani isolasi mandiri di bawah pengawasan tim medis. Satu orang dirawat di RS. Total kumulatif pasien terkonfirmasi Covid-19 di Klaten mencapai 597 orang. Rinciannya, sebanyak 104 orang menjalani perawatan di RS/isolasi mandiri, sebanyak 472 orang sembuh, dan sebanyak 21 orang meninggal dunia,” katanya. (Ponco Suseno)