Lidya Pratiwi. Memulihkan Sakit Hati

 

Artis Lidya Pratiwi akhirnya berani buka suara seusai bebas dari hukuman penjara 14 tahun atas kasus pembunuhan.

Wanita yang kini berganti nama menjadi Maria Eleanor begitu sedih mengingat perjalanan hidupnya. Lidya merasa hidupnya akan berakhir di penjara seusai divonis 14 tahun. Ia sama sekali tak berpikir bisa bebas.
Namun kenyataannya, Lidya Pratiwi bisa bebas bersyarat dari Lapas Kelas IIA Wanita Tangerang. ”Aku pikir saat itu aku nggak mungkin duduk seperti sekarang, aku pikir hari ini nggak bakal ada, selesai aja semuanya gitu di sana, dan nggak tahu enggak pernah berpikir akan ada fase-fase oh iya mau menghitung pulang, mau bebas, ini, itu, nggak. Tuhan masih berikan jalan lain,” ujar Lidya kepada Status Selebriti di Youtube, Rabu (23/9/2020).
Seusai bebas, Lidya Pratiwi justru dijauhi. Ia ditakuti semua orang karena mengetahui kasus yang menimpanya. Ia juga tak bisa berlindung kepada keluarganya. Sebab, ia merasa sudah jatuh karena mereka.
”Pada saat di luar itu ya serba gimana ya, serba takut semua orang, karena tahu apa yang menimpa aku dan siapa penyebabnya. Karena keluarga adalah garda pertama aku, tapi aku jatuh karena mereka,” tutur Lidya.
Lidya Pratiwi mengatakan rasa sakitnya belum hilang terhadap keluarga karena harus terlibat kasus pembunuhan yang dilakukan ibu dan pamannya, Vince Jusuf dan Tony Yusuf, terhadap kekasihnya kala itu, Naek Gonggom Hutagalung.
Lidya Pratiwi kehilangan semua pekerjaan yang telah dirintis dari bawah dan tanpa cara instan. Ia benar-benar tak menyangka harus menerima kenyataan pahit tersebut.
”Merintis dari dasar, tidak pakai cara-cara instan. Aku melewati semua prosesnya tentunya aku akan menjaga pekerjaan yang telah aku rintis, terus tiba-tiba keambil secara paksa seperti itu dan bukan karena aku lakukan kesalahan dalam pekerjaanku untuk berhenti. Memang tetap rasa sakitnya belum hilang. Apa yang sudah terambil kan tidak bisa kembali semuanya, kan,” kata Lidya.
Saat kariernya sedang menanjak pada tahun 2000-an, Lidya Pratiwi tersandung kasus pembunuhan dan perampokan. Upaya sang bunda melindungi kariernya justru menyeret Lidya ke dalam penjara.
Lidya Pratiwi dianggap bersekongkol untuk merampok kekasihnya sendiri, Naek Gonggom pada 28 April 2006. Aksi yang didalangi oleh ibunda dan pamannya, Vince Yusuf dan Tony Yusuf itu justru berakhir dengan pembunuhan Naek di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Khawatir karier Lidya saat itu berantakan karena merampas harta Naek untuk sang paman bayar utang, Vince meminta Tony menghabisi nyawa Naek. Saat itu, Lidya Pratiwi masih berusia 19 tahun.
Lidya mengawali kariernya sebagai model pada 2000. Perempuan kelahiran, Jakarta 14 Januari 1987 itu menjajaki dunia akting lewat beberapa peran sebagai figuran. Ia pernah membintangi sinetron Ande Ande Lumut. Dia akhirnya dikenal justru lewat perannya sebagai jin cantik bernama Jinny dalam sinetron Untung Ada Jinny. (detik/JIBI)