Total, 5 Pejabat Sukoharjo Terinfeksi Covid-19

SOLO—Covid-19 menginfeksi sejumlah pejabat di Soloraya. Yang terbaru, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, terpapar virus tersebut dan harus isolasi mandiri di rumah karena tidak mengalami gejala apa-apa.
Total, sudah lima pejabat di Kota Makmur yang terinfeksi corona. Di Solo, Covid juga menginfeksi seorang guru di SMAN 1 Solo sehingga seluruh guru diminta bekerja dari rumah.
Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Sukoharjo tengah melacak kontak erat dan sumber penularan Plt. Kepala Dishub.
Informasi yang dihimpun Koran Solo, Kamis (24/9/2020), Toni Sri Buntoro terpapar Covid-19 berdasarkan hasil swab test. Toni hanya menjalani isolasi mandiri lantaran positif tanpa gejala. Gugus tugas lantas melakukan tracing atau pelacakan kontak erat lini pertama pasien positif seperti anggota keluarga dan teman sekantor.
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan ada sejumlah kontak erat keluarga dan kantor pasien positif yang telah menjalani swab test. Istri Toni terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test.
“Ada anggota keluarga Pak Toni yang positif Covid-19. Saat ini, hanya menjalani isolasi mandiri di rumah lantaran tanpa gejala,” kata dia, saat dihubungi Koran Solo melalui sambungan telepon, Kamis.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 4
Yunia menyebut hasil uji swab kontak erat di lingkungan Dishub Sukoharjo tak ditemukan pasien positif sehingga kantor tidak ditutup lantaran tak ada penularan pandemi Covid-19.
“Aktivitas kedinasan berjalan seperti biasa karena tidak ada klaster perkantoran di Dishub Sukoharjo. Namun, para ASN tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan pandemi Covid-19 secara ketat,” ujar dia.
Sebelumnya, dua pejabat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka masing-masing Sekretaris DLH Sukoharjo, Bambang Darminto dan Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Sukoharjo, Agus Suprapto. Kantor DLH Sukoharjo terletak di lantai IV Gedung Menara Wijaya.
Saat ini, lantai IV Gedung Menara Wijaya ditutup untuk mencegah persebaran pandemi Covid-19 di gedung perkantoran. “Sekarang lantai IV Gedung Menara Wijaya masih ditutup sembari gugus tugas melakukan tracing kontak erat pasien positif,” papar dia.
Sementara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo kembali mencatat penambahan kasus Covid-19 dari klaster perkantoran yang berlokasi di Kelurahan/Kecamatan Jebres.
Sebanyak 3 rekan kerja dari ekor kasus induk diketahui ikut tertular virus SARS CoV-2. Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan total kasus dari klaster tersebut berjumlah 11 orang. Satu kasus induk ini diketahui saat seorang pekerja di kantor itu merasa tidak enak badan.
“Jadi, gejalanya tidak berat atau berasal dari pasien rawat inap. Dia kemudian langsung jadi suspek, diuji swab dan hasilnya positif. Lalu, dilanjutkan tracing kontak dengan hasil pada lapis pertama itu 2 dari keluarga dan 4 dari rekan kerja. Lanjut tracing lapis kedua hasilnya 3 terkonfirmasi positif,” kata dia, saat dihubungi, Kamis.
Ahyani mengatakan seluruh pekerja di kantor itu masih diminta bekerja dari rumah (work from home) selagi menunggu hasil uji swab seluruh rekan kerja yang berkontak keluar. Ekor yang panjang membuat tracing yang dilakukan juga semakin panjang.
“Ya, terus keluarga yang sudah positif itu tentu saja masuk daftar tracing dan disasar uji swab,” jelasnya.
Selain tambahan 3 orang pada Kamis ini, Satgas juga mencatat 14 tambahan kasus lagi. “Seluruh kasus yang bawa ekor itu disumbang dari pasien suspect yang naik kelas jadi kasus konfirmasi. Kami memang selalu mewaspadai tambahan dari kasus itu mengingat pasti membawa ekor, paling tidak satu,” jelas Ahyani.
Kepala SMAN 1 Solo, Harminingsih mengatakan WFH sudah berlangsung sejak Senin (21/9/2020). “Iya, memang guru dan karyawan bekerja di rumah karena ada salah satu guru kami yang positif [Covid-19],” ujarnya, Kamis.
Guru tersebut diperkirakan terpapar kerabatnya dari Bekasi saat bertemu Solo beberapa waktu lalu. “Kemudian saudaranya itu kemudian diketahui positif [Covid-19]. Sehingga salah satu guru kami di-tracing, dites swab dan hasilnya positif,” ujarnya. (Mariyana Ricky P.D./ Akhmad Ludiyanto)