Penyelenggara Hajatan Kurang Paham Jarak Kursi

KARANGANYAR—Tim pemantau hajatan mulai memantau 87 hajatan yang tersebar di 17 kecamatan di Karanganyar pada Sabtu (26/9/2020). Hasilnya, 80 persen penyelenggara hajatan masih kurang mematuhi batas jarak kursi yang sudah ditetapkan oleh Pemkab Karanganyar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jatiwibowo, ketika berbincang dengan Koran Solo melalui sambungan telepon Sabtu (26/9/2020). Dia mengatakan hingga pukul 13.45 WIB, tim masih memantau beberapa hajatan yang diadakan pada Sabtu. Berdasarkan pemantauan, mayoritas penyelenggara hajatan masih kurang tertib dalam menata batas jarak kursi yang diharuskan 1,5 meter.
“Ini kan untuk antisipasi Covid-19, tapi masih banyak temuan dari keseluruhan hajatan yang kami pantau hari ini [Sabtu]. Kalau soal masker dan lainnya yang dasar mayoritas sudah memenuhi. Bahkan bisa dikatakan semua patuh. Tapi soal kursi memang ini masalah yang kadang disengaja oleh penyelenggara hajatan. Mereka tidak menata sesuai aturan hajatan. Agar bisa memuat tamu lebih banyak,” terang dia.
Temuan yang didapatkan saat pemantauan hari pelaksanaan hajatan pertama oleh tim pemantau hajatan akan menjadi bahan evaluasi. Pada pelaksanaan hari pertama, tim masih meminta agar sebisa mungkin memperbaiki jarak kursi. Sedangkan kedepannya, tim pemantau hajatan juga akan ditugaskan untuk membantu tuan rumah hajatan menata kursi agar sesuai aturan.
“Ini tadi masih kami usahakan agar ditata lebih longgar. Kami peringatkan juga. Tapi kedepannya ini untuk bahan evaluasi, tim akan dikerahkan untuk membantu menata kursi. Aturannya dari Bupati sudah jelas soalnya. Kami meminta agar tuan rumah hajatan bisa mematuhi karena sudah diperbolehkan mengadakan hajatan,” imbuh dia.
Sebelumnya, Tim pemantau hajatan Satpol PP Karanganyar resmi mulai bergerak pada Jumat (25/9/2020) untuk mengawasi persiapan dan pelaksanaan hajatan yang ada di Karanganyar. Pada akhir pekan ini tim yang dibentuk akan mengawasi pelaksanaan 87 hajatan pernikahan di 17 kecamatan. (Candra Mantovani)