Rekanan Perbaiki Aspal Jalan Sambi-Jambeyan

SRAGEN—Dinas Pekerjaan Umum dan Penaaan Ruang (DPUPR) Sragen memastikan kerusakan jalan Sambi-Jambeyan-Sukorejo sudah diperbaiki oleh rekanan proyek senilai Rp6,8 miliar tersebut.

Moh. Khodiq Duhri

Kepala DPUPR Sragen, Marija, mengemukakan perbaikan jalan yang tekelupas itu sudah dilakukan pada Kamis (24/9/2020) pagi. Marija sengaja menunggui proses perbaikan dari jalan yang rusak meski baru dua pekan diresmikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, tersebut.
“Kerusakan jalan ada di dua titik, panjangnya masing-masing dua meter dan lebar satu meter. Lapisan aspal yang rusak sudah dikeruk lalu ditambal lagi dengan yang baru,” terang Marija kepada Koran Solo, Sabtu (26/9/2020).
Marija meminta warga segera melapor kepada DPUPR apabila ada kerusakan lagi pada jalan tersebut. Setelah mendapat laporan, kata dia, DPUPR akan meninjau lokasi. Perbaikan akan dilakukan oleh rekanan untuk enam bulan ke depan mengingat status jalan itu masih dalam masa pemeliharaan rekanan. “Kalau rusak lagi, masyarakat harus melapor. Tapi masyarakat juga harus bersabar, nanti juga akan diperbaiki. Sekarang tulisan [bernada protes warga] di permukaan aspal juga sudah kami hapus,” ucap Marija.
Marija mengklaim penyebab terkelupasnya aspal jalan bukan karena kualitas pekerjaan. Dia menilai kerusakan aspal jalan itu karena dilintasi kendaraan berat bertonase tinggi. Menurutnya, kelas jalan Sambi-Jambeyan-Sukorejo sebetulnya hanya IIIA yang tidak diperuntukkan kendaraan dengan berat di atas delapan ton. “Soal penindakan kendaraan bertonase tinggi itu kewenangan Dinas Perhubungan. Nanti akan kami koordinasikan dengan Dinas Perhubungan terkait hal itu,” papar Marija.
Sebelumnya diberitakan, proyek peningkatan jalan Jambeyan-Sukorejo sepanjang 5,7 km, lebar 4,5 meter dengan dana Rp6,8 miliar baru diresmikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, pada 8 September lalu. Akan tetapi, aspal jalan di sejumlah titik sudah terkelupas.
Sebagai ungkapan rasa jengkel, warga setempat memberi tanda terkelupasnya aspal jalan itu dengan cat semprot. Warga membuat garis kotak pada beberapa titik aspal yang terkelupas. Warga juga menuliskan pesan dengan nada kekecewaan seperti kalimat, ”Angel temen tuturanmu,” yang berarti, “Sulit sekali perkataanmu.”
”Kerusakan ada di tiga titik. Masyarakat sudah lama menantikan jalan itu diperbaiki. Giliran sudah diperbaiki, malah rusak lagi. Makanya warga geram. Mereka meluapkan kekecewaan dengan menuliskan coretan di jalan itu,” papar Andi Rusdiawan, warga Desa Sukorejo, kepada Koran Solo, Selasa (22/9/2020).