Hero Kecil dari Wonogiri

 

M. Aris Munandar

WONOGIRI—Keberanian dan mental Satrio Rindang Anggoro, 12, untuk berdagang aneka makanan atau snack ringan secara keliling patut ditiru dan dijadikan contoh.
Di tengah anak seusianya sedang asyik bermain bersama teman-temannya, Satrio harus bisa membagi waktu antara belajar, bermain dan berdagang.
Alasan utama ia berjualan snack secara keliling yakni untuk membantu perekonomian keluarganya. Kedua orang tua Satrio, Eko Nur Cahyono dan Darmini, terkena pemutusan hubungan kerja (PHK)  dari tempat kerjanya di Jakarta akibat pandemi Covid-19.
Di sisi lain, Satrio juga tengah menginginkan membeli sepeda.  Namun karena kondisi perekonomian keluarganya sedang tidak membaik, ia berusaha berjualan dan hasilnya bakal ditabung untuk membeli sepeda.
Satrio bersama kedua orang tuanya kini tinggal di sebuah indekos atau kontrakan di lingkungan Batu Tengah RT 001/010, Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Wonogiri.
Satrio mulai tinggal di Baturetno sejak usia 10 tahun, tepatnya saat kelas empat SD. Sebelumnya ia ikut merantau orang tuanya di Jakarta. Ayahnya, Eko Nur Cahyono, merupakan warga asli Baturetno. Sedangkan Ibunya, Darmini, merupakan warga asli Ciamis, Jawa Barat.
Satrio pernah ditinggal orang tuanya selama berbulan-bulan untuk bekerja di Jakarta. Ia tinggal di indekos sendiri dengan diawasi dan dipantau oleh pemilik indekos. Kebetulan pemilik indekos merupakan teman dari keluarga ayahnya.
Kena PHK
Setelah tiga bulan lalu orang tuanya pulang kampung karena terkena PHK, ia berinisiatif dan mengajak ayahnya untuk berjualan snack secara keliling. Ayahnya, Eko, lantas menyetujui apa yang menjadi inisiatif anaknya tersebut.
Bermodalkan kenal dengan beberapa pedagang snack di Pasar Bung Karno Baturetno, Eko mulai mencoba dan mendatangi pedagang yang ada di pasar itu.
”Alhamdulillah karena sudah kenal dengan saya, mereka mempercayai kami. Kami tidak harus membayar dulu kepada pedagang. Kami jualan dulu, bayarnya setelah kami selesai berjualan,” kata Eko saat ditemui Koran Solo di tempat tinggalnya, Minggu (27/9/2020).
Menurut Eko, saat berjualan barang dagangan yang dijual dirinya dengan Satrio lebih laku atau cepat habis barang yang dibawa anak semata wayangnya tersebut.
Satrio mulai berjualan sejak pukul 08.00 WIB. Jika barang dagangan habis, ia segera pulang. Kemudian pada sore atau malam hari, sekitar pukul 18.30 WIB ia mulai berjualan lagi hingga pukul 21.00 WIB.
Jika wilayah jualannya hanya sekitar Baturetno, ia berangkat sendiri. Namun jika jauh dari tempat tinggalnya, Satrio diantarkan ayahnya. Tidak hanya di Baturetno, wilayah dagang Satrio meliputi Batuwarno, Tirtomoyo, Giriwoyo, Giritontro, Pracimantoro, bahkan hingga ke Ngadirojo dan Wonogiri Kota.