Industri Makanan Masih Bisa Ekspansi

Fatkhul Masykur
JAKARTA—Bank Indonesia mem­proyeksikan industri makanan, minuman, dan tembakau akan melanjutkan perbaikan indeks kinerja manufaktur hingga ke fase ekspansi pada kuartal keempat 2020 di tengah bayangan resesi Indonesia akibat tekanan pandemi dan penantian vaksin Covid-19.
Seperti dikutip dari laporan berjudul Prompt Manufacturing Index-Bank Indonesia (PMI-BI), Rabu (14/10/2020), indeks manufaktur untuk subsektor makanan, minuman, dan tembakau pada kuartal ketiga meningkat ke level 48,00, seiring dengan perbaikan indeks manufaktur secara keseluruhan.
“Membaiknya kinerja subsektor makanan, minuman dan tembakau diperkirakan sejalan dengan pelonggaran pembatasan di sejumlah daerah dan implementasi adaptasi kebiasaan baru (AKB), serta libur panjang pada akhir tahun,” demikian laporan Bank Indonesia.
Selain subsektor subsektor makanan, minuman dan tembakau, hampir seluruh subsektor lainnya juga diproyeksikan menunjukkan perbaikan indeks kinerja pada kuartal keempat 2020, kecuali subsektor besi dan baja, dan subsektor alat angkutan dan peralatannya.
Meski masih dalam fase kontraksi, subsektor yang juga diproyeksikan mengalami perbaikan indeks kinerja itu di antaranya tekstil dan produk tekstil serta alas kaki; barang kayu dan hasil hutan lainnya; kertas dan barang cetakan; serta pupuk, kimia, dan barang dari karet.
Bahkan, subsektor semen dan barang galian nonlogam mengalami perbaikan indeks kinerja hingga ke level 50,00 alias keluar dari zona kontraksi.
Secara keseluruhan, kinerja sektor pengolahan diprakirakan makin membaik walaupun masih dalam fase kontraksi. PMI-BI pada triwulan keempat 2020 diprakirakan sebesar 47,16%, meningkat dari 44,91% pada triwulan ketiga 2020. Hampir seluruh komponen pembentuk PMI-BI mengalami perbaikan, dengan indeks tertinggi pada komponen volume persediaan barang jadi.
“Perbaikan terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI-BI, dengan indeks tertinggi pada volume pesanan barang input sejalan dengan implementasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang mendorong permintaan dan kemudahan distribusi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam info terbarunya di Jakarta, Rabu (14/10/2020). (JIBI/Bisnis.com)