Secercah Bahagia di Tengah Pandemi

Mariyana Ricky P.D.
SOLO—Penantian panjang ratusan pedagang Pasar Klewer sisi timur untuk kembali berjualan di kios mereka berakhir. Mereka akan menempati kios yang selesai dibangun, Jumat (16/10/2020).

Tercatat sebanyak 526 pedagang menerima kunci kios Pasar Klewer Timur. Perpindahan mereka ke kios baru melalui proses kirab yang dipimpin Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, Jumat pagi.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Klewer Timur, Sutarso mengatakan, pembagian kunci kios sudah dimulai sejak Senin (12/10/2020). “Pembagian kunci sudah selesai Rabu sore. Semua pedagang sudah menerima tapi mereka tidak bisa masuk bangunan baru karena akan dilakukan bersama-sama saat boyongan. Pindahan barang-barang juga dilakukan setelah prosesi kirab,” kata dia, kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).
Sutarso mengatakan pedagang sudah mengecek lokasi kios masing-masing beberapa hari lalu.  Mereka mulai memikirkan teknis memajang dagangan mengingat sudah tiga tahun mereka berjualan di lokasi pasar darurat Alun-alun Utara (Alut).
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Mereka bakal menata kem­bali dagangan mereka di gedung permanen yang sudah diserahterimakan dari pelaksana proyek kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo awal pekan ini. “Pedagang tinggal memasang rak-rak untuk menata dagangan. Kebutuhan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pemegang SHP [Surat Hak Penempatan],” jelasnya.
Pedagang diberi kesempatan pindah dari Alut selama dua hari sejak Jumat hingga Minggu (18/10/2020). Minggu menjadi hari terakhir pedagang mengemasi dagangannya dan meninggalkan area pasar darurat.
Ia mengakui, mayoritas pedagang merasa puas dengan kondisi pasar baru meski ukuran kios sedikit lebih kecil. Ukuran kios kecil, misalnya, dari yang sebelumnya 1,5 meter x 2 meter menyusut jadi 1,7 meter x 1,8 meter. “Kios yang besar ukurannya juga lebih kecil 20 persen. Tapi, kalau melihat bangunan baru itu, jauh lebih baik dari pasar lama,” kata dia.
Pedagang berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membantu promosi saat mereka mulai berjualan. Mengingat, posisi kios yang baru berada di semi-rubahan dan hanya tampak sebagian dari jalan utama. Pedagang meminta Pemkot memasang petunjuk berupa spanduk dan sejenisnya sehingga pembeli mengetahui kios-kios anyar Pasar Klewer Timur. “Sebenarnya kalau lebih naik setengah meter saja akan lebih baik. Tapi karena sudah jadi, ya, apa boleh buat,” ucapnya.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengaku pedagang sama sekali tak diizinkan memindahkan dagangan sebelum kirab boyongan berlangsung. Hal itu dilakukan lantaran penerimaan kunci tidak selesai dalam satu hari yang sama.
Wali Kota Solo dijadwalkan melepas prosesi kirab boyongan itu di sela kegiatan mider praja. “Soal kapan pedagang bisa memulai kegiatan jual beli di lokasi baru, itu semua tergantung kesiapan masing-masing pedagang. Kalau pindahan dan penataan yang dibutuhkan pedagang bisa selesai cepat, ya, makin cepat mereka bisa memulai jual beli di gedung baru,” ucap Heru, dihubungi terpisah.
Ia mengatakan pembersihan Alut akan dimulai pada Senin (19/10/2020). Seluruh kios yang berdiri di tanah lapang itu akan dibongkar dan dibersihkan. Pihaknya menargetkan pekerjaan rampung selama 2-3 pekan.
Sedangkan penataan kembali akan dilaksanakan tahun depan menggunakan dana dari APBD 2021. “Ya, 2-3 pekan paling tidak harus sudah selesai,” kata dia.
Pasar Klewer terbakar pada 29 Desember 2014. Pemerintah lebih dulu membangun pasar di sisi barat yang kini sudah ditempati ribuan pedagang.
Beberapa kali rencana pem­bangunan Pasar Klewer sisi timur tertunda karena tidak adanya biaya. Pembangunan akhirnya dimulai pada Oktober 2019 dengan dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat senilai Rp48 miliar.