KEMUDAHAN BERBISNIS Indonesia Disebut Negara Paling Rumit

JAKARTA–Indonesia menduduki urutan pertama untuk Indeks Kompleksitas Bisnis periode 2020. Ini artinya kemudahan berinvestasi di Indonesia paling rumit dibandingkan negara lain.
Penilaian itu disampaikan lembaga riset dan konsultan TMF Group dalam rilis Global Business Complexity Index (GBCI) Rankings 2020. Indonesia berada di urutan pertama mengalahkan Brasil, Argentina, Bolivia, Yunani, Tiongkok, Nicaragua, Colombia, Malaysia, dan Ekuador.
Mengutip laporan tersebut, penyebabnya adalah Indonesia disebut memiliki undang-undang yang ketinggalan zaman. Misalnya UU ketenagakerjaan yang saat ini melindungi tenaga kerja dari eksploitasi pengusaha.
Selain itu, TMF juga menyebut aturan hukum di Indonesia membuat biaya pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk pekerja yang berkinerja buruk sangat mahal. Apalagi informasi PHK untuk pekerja di Indonesia memakan waktu yang lama yakni sekitar 25 pekan.
Para investor menilai jika hal ini menyulitkan mereka untuk bertindak kepada pegawai yang memiliki kinerja buruk. ”Peraturan ini disebut kuno oleh investor asing, dan ini jadi salah satu halangan masuknya investasi asing ke Indonesia,” tulis laporan tersebut, dikutip Jumat (16/10/2020).
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Laporan TMF juga menyebut yang menjadi penghambat bisnis di Indonesia adalah daftar negatif investasi (DNI). Lewat DNI pemerintah membatasi persentase kepemilikan asing di sektor industri. Pemerintah Indonesia disebut TMF Group sudah mengambil langkah dengan mengonversi DNI menjadi daftar positif investasi. Dari daftar ini, pemerintah akan membuka 16 sektor yang saat ini masih tertutup.
Tim TMF Group untuk Indonesia, Alvin Christian, mengungkapkan saat ini proses perizinan di Indonesia masih terlalu berbelit. Hal ini sangat mempengaruhi minat investasi perusahaan asing di Indonesia.
Tim TMF Group untuk Indonesia Alvin Christian mengungkapkan saat ini proses perizinan di Indonesia masih terlalu berbelit. Hal ini sangat mempengaruhi minat investasi perusahaan asing di Indonesia.
Menurut dia, Presiden Indonesia ingin meningkatkan investasi asing dan sedang berupaya mencari cara untuk memudahkan proses bisnis ini. ”Indonesia saat ini menarik dan menjadi pasar yang menguntungkan, dengan kemudahan berbisnis maka RI akan menjadi lebih menarik,” jelas dia.
Indeks ini menilai kompleksitas bisnis di 77 negara di dunia. Selain itu juga ada negara yang paling mudah dalam urusan berbisnis seperti Curacao, Amerika Serikat (AS), Jamaica, Denmark, British Virgin Island, Belanda, El Salvador, dan Irlandia.
TMF menyebutkan GBCI 2020 ini memang menggambarkan kompleksitas berbisnis di dunia. Selain itu indeks ini juga untuk mengeksplorasi kesuksesan hingga tantangan dalam berinvestasi di luar negeri.
Pemerintah di negara tujuan juga berupaya terbuka dengan investor asing agar roda perekonomian bergerak. Kadang pemerintah juga memberikan insentif untuk para calon investor. Selain itu juga dibutuhkan lingkungan yang bersahabat dengan investasi asing. (detik/JIBI)