Kios Boleh Sempit, Rezeki Harus Luas

Mariyana Ricky P.D.
SOLO—Puluhan pedagang Pasar Klewer Timur mengikuti kirab budaya dalam rangka boyongan dari pasar darurat Alun-alun Utara (Alut) ke gedung baru, Jumat (16/10/2020).

Mereka bergairah menyambut rezeki kendati kini masih di tengah pandemi Covid-19. Meski kios saat ini lebih sempit dari kios mereka yang dulu terbakar, para pedagang berharap rezeki mereka selalu lancar.
Ketua Umum Paguyuban Pasar Klewer Timur, Sutarso, menyebut pedagang merasa lega lantaran pembangunan Pasar Klewer Timur rampung tahun ini. Mereka telah menunggu sekitar tiga tahun hingga akhirnya menempati gedung baru.
Walaupun terdapat perbedaan ukuran kios dengan bangunan lama, namun mereka mau menerima. Terdapat selisih ukuran kios sekitar 20 sentimeter atau lebih sempit dari rencana semula. ”Tapi jalannya agak luas. Jadi kekurangan itu ditambah untuk jalan. Makanya kami menerima apa adanya yang penting pembangunan sukses dan bagus, semua pedagang senang,” imbuh dia.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Sementara pantauan Koran Solo di dalam pasar, sebagian lorong los dan kios masih dipasangi garis larangan melintas. Di sisi barat kios terdapat ruang menyusui. Sementara pintu bangunan los dan kios seluruhnya menggunakan rolling door.
Berbeda dengan bangunan lama, los menggunakan pintu kayu. Sedangkan di lantai basement direncanakan digunakan untuk tempat parkir.
Sutarso menjelaskan rencananya terdapat taman air mancur di bagian hall dengan harapan menjadi daya tarik baru di Pasar Klewer Timur.
Sementara itu, kirab diikuti 70 pedagang dan pengelola pasar yang mewakili ratusan pedagang. Iring-iringan kirab budaya diberangkatkan oleh Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, dengan mengibarkan bendera dari pasar darurat. Kirab berangkat menuju gedung baru dengan mengelilingi Alut.
Kepala Dinas Perdagangan Kota (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan bangunan baru memiliki 504 kios dengan konsep semi basement.
Di atas pasar difungsikan sebagai ruang terbuka untuk umum yang terkoneksi langsung dengan pintu masuk Klewer Barat. Gedung baru tersebut berkonsep bangunan hijau dengan menekan konsumsi listrik semaksimal mungkin.
“Kirab ini merupakan acara kedua setelah groundbreaking beberapa bulan lalu,” kata dia kepada wartawan, Jumat pagi.
Pembangunan menelan anggaran Rp54 miliar. Selain didesain dapat menghemat pemakaian listrik, juga terdapat taman di bagian tengah. Para pedagang menempati lantai semi basement, sedangkan lantai dasar untuk hall atau fasilitas umum. Pembangunan Pasar Klewer Timur dilaksanakan selama 10 bulan sejak peletakan batu pertama pada Desember 2019.
Sutarso mengatakan seluruh pedagang sudah menerima kunci pada Rabu (14/10/2020) lalu. Namun, pedagang baru mulai memasuki gedung baru secara bertahap selama dua hari ke depan guna menghindari kerumunan. ”Karena banyak pedagang yang mau memasukkan dagangan. Untuk menata rak itu rawan kecelakaan sehingga harus diatur,” kata dia. (Mufid Aryono)