RI Berkomitmen Atasi Perubahan Iklim

JAKARTA—Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan komitmen Indonesia berkomitmen dalam mengatasi perubahan iklim. Diantaranya dengan memprioritaskan penurunan emisi gas rumah kaca, termasuk pada masa pandemi Covid-19.
“Pentingnya mempertahankan kondisi turunnya emisi gas rumah kaca pada masa pandemi melalui kebijakan ekonomi yang ramah lingkungan,” dilansir dalam keterangan resmi Kemenkeu, Sabtu (17/10/2020).
Dalam beberapa kesempatan, seperti pada pertemuan The Ministerial Meeting of the Coalition of Finance Ministers for Climate Action, Menkeu menyatakan pemerintah Indonesia memiliki berbagai kebijakan untuk mengatasi perubahan iklim.
Ia menjelaskan pemerintah mengalokasikan 3,9 persen dari total dana APBN per tahun dalam rangka Climate Budget Tagging (CBT) yang telah dilakukan sejak 2016 hingga sekarang.
CBT tersebut telah digunakan sebagai underlying asset untuk penerbitan Green Sukuk sebesar total US$2,9 miliar selama periode 2018 sampai 2020 dan dipergunakan dalam membiayai proyek-proyek ramah lingkungan.
Indonesia juga membentuk Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk mengelola dana REDD+ senilai US$103,78 juta dari GCF.
Menkeu menambahkan, Indonesia turut mempertimbangkan kebijakan carbon pricing dalam mengurangi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan investasi berwawasan lingkungan. Saat ini, pihaknya sedang mengembangkan Climate Change Fiscal Framework (CCFF) yang akan menetapkan strategi dan kerangka kebijakan fiskal dalam mencapai target global dalam pengurangan emisi dan ketahanan dari perubahan iklim.
Ia menekankan upaya pemulihan yang berkelanjutan akan berhasil selama aksi perubahan iklim sejalan dengan perbaikan ekonomi serta menciptakan lapangan pekerjaan.
“Dalam menyusun strategi pemulihan para pengambil kebijakan tidak boleh melupakan isu tentang kesejahteraan rakyat,” ujarnya. (Liputan6.com)