Lukisan dari Kopi

 

JEDDAH—Ohud Abdullah Almaki atau disebut juga sebagai seniman nasional asal Arab Saudi berhasil menjadi wanita pertama di sana yang mendapatkan Guinness World Records di dunia.
Dikabarkan Gulf News (20/10/2020), Ohud yang berasal dari kota Jeddah memutuskan membuat lukisan dari kopi terbesar di dunia. Ia memanfaatkan bubuk kopi yang sudah kedaluwarsa sebagai bahan utamanya.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 4
Di dalam lukisan ini, Ohud menggambar ilustrasi sosok-sosok penting di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Seperti sosok Raja Abdulaziz Bin Abdul Rahman hingga Sheikh Zayed Bin Sultan Al Nahyan.
Tak ketinggalan lukisan tersebut juga dihiasi dengan dua masjid Raja Salman, Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan, sampai Putra Mahkota Muhammad Bin Salman.
Setelah diukur lukisan kopi terbesar di dunia ini memiliki tinggi mencapai 15,18 meter, lebarnya mencapai 13,9 meter. Bagian kanvasnya terdiri dari tujuh kain katun yang disambung.
Sementara untuk kopi yang digunakan, Ohud menghabiskan sekitar 4,5 kg bubuk kopi yang sudah kedaluwarsa. Ia sengaja menggunakan kopi kedaluwarsa untuk mengurangi limbah makanan.
Tak hanya menggunakan bubuk kopi saja, ia meracik bubuk kopi tersebut dengan tambahan air hingga menyerupai cat minyak. Lukisannya ini juga dilengkapi dengan sentuhan dekorasi Bedouin tradisional.
”Butuh waktu sekitar 45 hari untuk merampungkan lukisan ini. Saya membuat lukisan ini sambil terus diawasi oleh para saksi yang merekam dan mengabadikan aksi saya di video,” jelas Ohud.
Ohud berharap lewat lukisan kopi ini, akan ada banyak orang yang mengingat tentang tokoh-tokoh penting di negeri mereka. ”Bisanya saya hanya memakai satu jenis kopi untuk melukis. Tapi kini saya menggunakan empat jenis kopi yang berbeda untuk mendapatkan beberapa warna. Saya juga menggunakan beberapa rol dan kuas cat dengan ukuran berbeda untuk menyelesaikan proyek ini,” lanjutnya.
Ini merupakan pertama kalinya wanita dari Arab Saudi berhasil mendapatkan penghargaan rekor dunia. Karenanya Ohud berharap dapat mendorong wanita lain di Arab Saudi untuk berkontribusi dan mengharumkan negara mereka. (Detik/JIBI)