Awas Jangan Kecolongan!

Ponco Suseno
KLATEN—Pemkab Klaten membuka secara resmi objek wisata air di Kabupaten Bersinar, Senin (26/10/2020), setelah ditutup sejak awal pandemi Covid-19, Maret 2020.
Pengelola mengaku lega dengan dibukanya kembali objek wisata air di tengah pandemi Covid-19. Namun mereka diingatkan agar tidak lalai menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbupora) Klaten, Sri Nugroho, mengatakan dibukanya sejumlah objek wisata air itu selaras dengan ditekennya surat edaran (SE) oleh Penjabat Sementara (PJs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, Senin (26/10/2020).
“Ya, sudah dibuka,” kata Sri Nugroho, Selasa pagi.
Sri Nugroho mengatakan hal terpenting yang harus dilakukan pengelola saat membuka objek wisata, yakni menaati protokol pencegahan Covid-19. Jumlah pengunjung perlu dibatasi. Hal itu terutama saat pengunjung berenang di objek wisata air.
”Petugas pengawas akan mengontrol jeda pengunjung [pergantian pengunjung dengan jeda waktu satu jam]. Untuk mempermudah pengawasan, pengunjung bisa menggunakan pita merah, putih, dan seterusnya. Saat liburan nanti [cuti], Satgas dari provinsi akan melakukan inspeksi mendadak (sidak). Semoga semua menaati protokol kesehatan.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Jangan sampai ada yang melanggar. Jika ada temuan pelanggaran akan ditutup kembali,” katanya.
Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Mujahid Jaryanto, mengaku lega dengan dibukanya objek wisata air oleh Pemkab Klaten. Dibukanya objek wisata air diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian warga dan desa di daerahnya.
“Kami langsung buka objek wisata air di daerah kami, yakni Umbul Manten pagi ini [pukul 07.00 WIB],” kata Mujahid Jaryanto.
Dalam SE No. 443.1/629/13 tertanggal 26 Oktober itu, surat yang diteken PJs. Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko ditujukan ke pengelola kolam renang, pengelola water boom, pengelola pemandian air hangat, pengelola umbul, pengelola arung jeram, pengelola tubing, dan pengelola wisata air lainnya. Beberapa pertimbangan membuka wisata air, di antaranya masa pandemi Covid-19 tak dapat diperkirakan kapan berakhirnya.
Di samping itu juga mem­perhatikan perkembangan kon­disi penanganan Covid-19 di Klaten yang terkendali sehingga memungkinkan untuk dilakukan aktivitas dalam berbagai sektor pembangunan secara terbatas dan salah satunya, yakni sektor kepariwisataan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19.
Pemkab Klaten juga sudah berkonsultasi ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jogja bernomor Kl.01.05/3/11752/2020 tentang Tindak Lanjut Konsultasi Wisata Kolam Renang dengan Air Mengalir.
“Bahwa perlu langkah-langkah dalam rangka penyelamatan dan pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Sesuai dengan hasil pemantauan terhadap destinasi wisata air dan sarana serta prasarana pendukungnya di Klaten, pada umumnya telah siap menerapkan protokol kesehatan,” kata Sujarwanto Dwiatmoko.
Para pelaku objek wisata yang mulai membuka usaha mereka diwanti-wanti tak kecolongan untuk memberlakukan protokol kesehatan secara ketat terutama selama libur panjang akhir pekan ini mulai Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020).
Satuan tugas (Satgas) di tingkat RT, RW, desa hingga kecamatan juga diminta ikut mengawasi penerapan protokol kesehatan di objek wisata agar tak timbul klaster baru persebaran Covid-19.
Sri Nugroho menjelaskan Pemkab sudah mengeluarkan SE terkait penyelenggaraan pariwisata di masa pandemi. SE itu seperti seperti SE No 443.1/477/13 tentang Pelaksanaan Tatanan Normal Baru dalam Penyelenggaraan Kepariwisataan Pada Masa Pandemi Covid-19 di Klaten. SE itu tertanggal 4 Agustus 2020 dan ditandatangani Bupati Klaten.
Sejumlah objek wisata yang mulai buka sejak terbit SE itu di antaranya Candi Plaosan, Candi Sojiwan, serta Bukit Cinta Watu Prahu. Saat SE itu terbit, Pemkab belum membolehkan objek wisata air buka.
Belakangan, Pemkab membuka izin bagi para pelaku usaha wisata air untuk membuka usaha mereka dengan syarat mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Izin diberikan setelah keluar SE Bupati Klaten No 443.1/629 113 tentang Pembukaan Objek Wisata Tirta pada Masa Pandemi Covid-19 di Klaten. SE tertanggal 26 Oktober 2020 itu ditandatangani Pjs. Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko. Ketentuan yang harus dipatuhi para pelaku usaha wisata air diatur dalam SE tersebut.
“Kami sudah mengoordinasikan dengan para pelaku wisata setelah terbitnya SE agar dalam rangka libur panjang menaati betul disiplin protokol kesehatan,” kata Nugroho.
Nugroho meminta agar tim satgas yang sudah dibentuk oleh masing-masing pelaku objek wisata bekerja semaksimal mungkin untuk memastikan protokol kesehatan betul-betul ditaati oleh seluruh orang yang ada di lokasi objek wisata.
Satgas objek wisata diminta berkoordinasi dengan tim satgas dan petugas medis setempat.
“Harapan kami apabila mematuhi protokol yang ada, mudah-mudahan tidak timbul klaster baru dari wisata. Semua petugas, pelaku usaha, dan pedagang harus bergerak bersama-sama termasuk mengedukasi kepada pengunjung. Pelaku objek wisata kami minta membuat laporan secara berkala ke Disparbudpora Klaten untuk evaluasi,” kata Nugroho.
Nugroho menambahkan bakal ada pemantauan secara khusus dari Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten.