KELUARGA PASIEN KABUR POSITIF COVID-19 81 Kasus Baru, 5 Meninggal

Mariyana Ricky P.D.
SOLO—Kasus positif Covid-19 di Soloraya bertambah 81 orang, Jumat (30/10/2020). Angka kematian juga bertambah lima jiwa.

Sementara itu, memasuki hari ke-3, Jumat malam, pasien Covid-19 yang kabur dari RSUD dr. Moewardi (RSDM) Solo belum juga ditemukan. Anak dan istri pasien kabur itu terkonfirmasi positif corona.
Keberadaan pasien asal Kecamatan Jebres itu sulit dilacak. Dia kabur dari Ruang Melati 1 RSDM pada Selasa (27/10/2020)  pagi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan istri dan seorang anak dari pasien itu dinyatakan positif Covid-19 menjalani uji swab pada Rabu (28/10/2020) dan dipastikan positif, Jumat. “Iya, anak dan istrinya positif tapi malah suami atau kasus induknya belum ketemu,” ungkapnya, saat dihubungi Koran Solo.
Ning, panggilan akrabnya, mengaku pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pemangku wilayah, pengurus RT/RW sekaligus Jogo Tonggo, serta puskesmas untuk mencari. Kendati begitu, tidak ada laporan baik dari keluarga, kerabat, maupun teman yang mengetahui keberadaan pasien berumur 41 tahun itu.
Dihubungi terpisah, Camat Jebres, Sulistiarini, membenarkan informasi tersebut. Pasien belum ditemukan hingga Jumat malam. “Istri dan anaknya karantina mandiri. Kemudian, pengurus RT/RW, harus tetap aktif Jogo Tonggo dan mengawasi keluarga yang karantina dan membantu mencukupi kebutuhan harian keluarga yang dikarantina. Satlinmas, kami minta memantau dan mengawasi apabila pasien pulang ke rumah,” ucapnya, melalui layanan perpesanan Whatsapp.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Sementara itu, catatan kasus Covid-19 di Kota Bengawan di libur panjang akhir pekan pada Jumat (30/10/2020) bertambah 35 orang. Perinciannya, 25 dari hasil tracing kontak, 7 dari pasien suspek yang naik kelas, dan 3 dari warga yang uji swab mandiri.
Rantai panjang masih disumbang dari klaster keluarga di mana salah satu induk kasus membawa ekor hingga 11 orang.
Siti Wahyuningsih mengatakan induk kasus yang berasal dari Kelurahan Jebres itu adalah hasil screening warga risiko tinggi, atau lansia berusia di atas 60 tahun dan memiliki penyakit kronis.
“Program screening ini ternyata membawa hasil, meski tidak diharapkan. Tidak sedikit hasil screening yang membawa ekor. Kasus screening yang membawa ekor terbanyak, ya, dari Kelurahan Jebres ini. Keluarga 6 orang, tetangga 5 orang. Total 12 orang, tapi hampir semuanya asimtomatik (tanpa gejala),” kata dia.
Selain dari klaster keluarga, Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo juga mencatat tambahan dari Pasar Harjodaksino, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo.
Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan terdapat tambahan 3 kasus dari Pasar Harjodaksino, di mana 2 di antaranya berdomisili dari luar daerah. “Jumlah itu dari belasan pedagang yang diuji swab, termasuk tinggi angkanya,” jelas dia, dihubungi terpisah.
Kasus induk di DLH, berawal dari salah seorang aparatur sipil negara (ASN) yang memeriksakan diri ke puskesmas. Dari hasil pemeriksaan, dia masuk kategori suspek yang lantas diuji swab dan hasilnya positif. Kemudian, rekan sekantornya diuji swab pada Selasa (27/10/2020) yang hasilnya keluar pada Jumat ini.
“Satu kasus induk di DLH membawa 2 ekor. Nah, karena sejak Rabu (28/10/2020) cuti bersama, kantor DLH sudah tutup sementara untuk disemprot desinfektan,” katanya.
Sedangkan kasus induk di BPBD berasal dari salah satu pasangan ASN di lingkungan kantor itu terkonfirmasi positif Covid-19. Karena menjadi kontak erat, maka ASN BPBD itu ikut diuji swab dan ternyata hasilnya juga positif.
“Kami inventarisasi kontak erat dan dekat ASN di lingkungan kantornya pada Jumat ini untuk kemudian dijadwal uji swab pada Sabtu (31/10/2020). Ini merupakan tracing pengembangan mengingat ASN BPBD tersebut bukan kasus induk,” jelas Ahyani.
“Kumulatifnya jadi 1.175 orang, penjabarannya, 807 pulang/sembuh, 250 isolasi mandiri, 70 perawatan inap, dan 48 meninggal dunia. Tiga orang meninggal dunia pada Jumat ini. Dua orang perempuan dan satu pria, asal dari Kelurahan Jebres, Semanggi, dan Mojosongo. Umurnya di atas 45 tahun,” ungkapnya.
Catatan kumulatif pasien suspect menyentuh 1.172 orang, dengan rincian 1.190 discard, 12 dirawat inap (suspek aktif), 1 isolasi mandiri, dan 69 suspek meninggal dunia.
Ledakan penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 terjadi di Klaten. Dalam sehari, sebanyak 44 orang terpapar virus corona dengan satu orang meninggal dunia.
Koordinator Penanganan Kesehatan Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan jumlah pasien meninggal dunia di Kabupaten Bersinar 32 orang. Jumlah kumulatif terkonfirmasi Covid-19 di Klaten mencapai 911 orang.
”Penambahan satu kasus positif Covid-19 hingga meninggal dunia berasal dari Karangnongko. Inisial SM, 51 (perempuan) yang meninggal dunia, 28 Oktober 2020 [diketahui positif Covid-19 hari ini],” kata Cahyono Widodo, Jumat.
Cahyono Widodo mengatakan total penambahan kasus dari Karangnongko mencapai sem­bilan kasus. Penambahan kasus terkonfirmasi berikutnya berasal dari Wonosari, yakni mencapai enam kasus.
Sepuluh kasus disumbang dari Klaten Tengah (5), dan Karanganom (5). Sebanyak empat kasus berasal dari Juwiring, tiga kasus dari Ngawen, tiga dari Kalikotes.
Selanjutnya penambahan dua kasus terkonfirmasi Covid-19 asal Polanharjo, satu kasus dari Kebonarum, dan satu kasus berasal asal Trucuk, satu kasus asal Pedan.
Persebaran Covid-19 di Kabupaten Karanganyar mengarah ke klaster kantor. Kali terakhir, 11 orang di salah satu kantor di Jalan Lawu Karanganyar terkonfirmasi positif Covid-19.
”Bukan kantor dinas. Kondisi mereka [terkonfirmasi positif Covid-19] sehat [tanpa gejala] dan menjalani isolasi mandiri. Di kantor itu ada 11 orang terkonfirmasi. Berawal dari satu orang dari Jember dan bekerja di situ. Dugaan kami terpapar dari asalnya [Jember],” ujar Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Juliyatmono. (Ponco Suseno/Tri Rahayu/Sri Sumi Handayani)