Inka akan Garap Pasar Amerika Latin dan Afrika

Andi M. Arief
JAKARTA—PT Industri Kereta Api (Persero) menyatakan akan membangun pabrik di Benua Afrika. Adapun, pembangunan tersebut dilakukan untuk mendukung proyek transportasi di benua tersebut yang akan berlangsung selama 30 tahun ke depan.
Berdasarkan paparan Inka, ada peluang pembangunan lintasan kereta api sepanjang 19.241 kilometer lintas negara di benua tersebut. Adapun, Inka melaporkan saat ini telah masuk ke proyek pembangunan kereta api di tiga negara.
”Untuk [proyek pembangunan kereta api di] Afrika kemungkinan besar kami akan bangun pabrik di sana. Untuk lintasan Afrika cukup besar, [dengan kapasitas produksi nasional] enam kereta per hari untuk Inka tidak akan sanggup,” ujar Direktur Utama Inka Budi Noviantoro dalam Ngopi BUMN, Rabu (18/11/2020).
Budi memperkirakan pihaknya akan membangun sekitar dua fasilitas produksi di Benua Afrika. Adapun, Budi memaparkan tiga peluang pembangunan di sana, yakni di lintasan Liberia-Libya (7.411 Kilometer), lintasan Gabon-Eritrea (4.564 Kilometer), dan lintasan Congo-Tanzania (5.797 Kilometer)
Budi menjelaskan pembayaran pembangunan lintasan kereta api di negara-negara tersebut akan menggunakan skema pemanfaatan sumber daya alam masing-masing negara. Inka akan memiliki keleluasaan untuk menyerap sumber daya alam masing-masing negara dengan masa waktu tertentu sebagai timbal balik pembangunan lintasan tersebut.
Budi mencontohkan dengan proyek perlintasan kereta api di Zimbabwe yang menggunakan skema leasing tambang batu bara di sana. Dengan pembangunan total perlintasan sepanjang 1.600 Kilometer, Inka dapat memanfaatkan hasil batu bara ZImbabwe sekitar 2,3 juta ton per tahun.
”Barangkali teman-teman [BUMN] aneka tambang bisa join partner dengan kami di sana dalam waktu ke depan,” jelas dia.
Selain pertambangan, Budi menyatakan pihaknya juga akan masuk proyek-proyek pengembangan infrastruktur lainnya sebagai skema pembangunan perlintasan di Afrika. Adapun, Budi mencontohkan beberapa proyek seperti panel surya, pembangunan kota pintar, dan kabel fiber optik.
Selain di Afrika, Budi menyatakan pihaknya juga akan menyasar proyek perlintasan di Amerika Latin. Sejauh ini, Budi melihat ada peluang untuk mengisi permintaan sebanyak 322 lokomotif dan 883.460 kereta barang. ”Agak jauh [pasarnya], tapi itu pasar yang memungkinkan Inka bisa masuk. Jadi, kata kunci global adalah keharusan untuk Inka dan peluangnya cukup besar,” kata Budi.
Budi menjelaskan kapasitas Inka saat ini masih berada di 2-2,5 kereta per hari. Namun demikian, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 6 kereta per hari pada 2021. (Bisnis/*)