29 Halte Plus Aplikasi Khusus

Wahyu Prakoso
SOLO—Kementerian Perhubungan (Kemen­hub) mulai membangun 29 titik halte untuk pendukung layanan bus Batik Solo Trans atau BST koridor 1 dan 2. Halte yang dibangun dilengkapi sistem informasi transformasi umum.
Berdasarkan pantauan Koran Solo, Kamis (19/11/2020), pekerja membangun halte di sejumlah titik selatan Jl. Slamet Riyadi, Solo. Pekerja menggunakan penutup proyek warna putih.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Muhammad Taufiq, mengatakan Kemenhub mulai membangun 29 halte sebagai sarana penunjang  BST koridor 1 dan 2. Halte yang dibangun menjadi percontohan halte layanan buy the service seluruh Indonesia.
“Ada 29 titik halte yang dibangun. Halte yang dibangun merupakan halte baru dan halte yang di-upgrade. Halte di jalur contra flow merupakan halte baru. Ada fasilitas tempat duduk, ruang tunggu, dan dynamic display [sistem informasi transformasi umum],” kata dia kepada Koran Solo.
Dia menjelaskan, masyarakat dapat mengetahui beragam informasi mengenai rute, titik pemberhentian, dan durasi kedatangan bus berikutnya seperti fitur di aplikasi Teman Bus. Pembangunan halte menghabiskan anggaran lebih dari Rp9 miliar yang ditargetkan rampung akhir tahun.
“Ya kalau dari kami mintanya segera. Ini kan semua dari pusat. Kalau bus sudah siap dijalankan dulu saja [operasional BST koridor 1 dan 2 tanpa menunggu pembangunan halte rampung],” paparnya.
Dia menjelaskan, perkembangan armada 16 bus untuk koridor 2 dalam tahap pengerjaan pintu otomatis oleh Karoseri Tentrem di Malang. Sedangkan pesanan 30 bus yang digarap Karoseri Tri Sakti di Magelang sudah jadi 10 bus di awal bulan ini.
Kasi Angkutan Orang Dishub Kota Solo, Dwi Sugiyarso, menjelaskan Dishub Kota Solo dan Kemenhub melakukan survei bersama menentukan lokasi halte. Menentukan lokasi halte berdasarkan bangkitan atau lokasi yang ramai.
“Dimensi halte hampir sama dengan halte portabel milik kami. Informasi yang ditampilkan pada layar bersifat satu arah,” katanya.