Haul Habib Ali Potensi Rp200 M Menguap

Mariyana Ricky P.D.
SOLO—Gelaran rutin tahunan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi ditiadakan pada tahun ini karena pandemi Covid-19. Sedianya event tersebut digelar pada 5 Desember.
Peluang berbagai lapisan masyarakat memperoleh cuan pun menguap. Salah satu kerabat keluarga Al Habsyi, Abdullah Assegaf, menaksir perputaran uang dari kegiatan tahunan itu mencapai Rp200 miliar.
Berkah ekonomi paling dekat adalah lokasi haul yakni masyarakat Kecamatan Pasar Kliwon. Mereka biasanya mengais rezeki dari berjualan di sepanjang Jl. Kapten Mulyadi .

Tak hanya berjualan piranti beribadah, tapi juga kuliner, pernak-pernik, sovenir dan sebagainya. Mereka juga menyewakan sebagian rumahnya untuk jadi homestay memanfaatkan tamu-tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri.
“Potensi pendapatan senilai Rp200-an miliar hilang. Setelah bertahun-tahun digelar, memang baru kali ini ditiadakan. Masyarakat sudah berharap. Tapi bagaimana lagi,” kata dia, saat dihubungi Koran Solo, Kamis (19/11/2020).
Abdullah mengatakan tak hanya mendatangkan berkah bagi warga sekitar, namun ratusan pedagang dari berbagai daerah di Indonesia juga turut kebagian rezeki. Umumnya, pedagang peci, sajadah, dan sejenisnya yang datang dari Jawa Barat dan Jawa Timur, atau daerah lain di Jawa Tengah.
Pihaknya meminta masyarakat tak datang mengingat Pandemi masih berlangsung. “Kami enggak bisa bilang apakah akan ada haul untuk internal keluarga atau tidak. Yang pasti kami meminta agar masyarakat tak datang,” ucap Abdullah.
Ia menyebut pendapatan senilai Rp200-an miliar itu juga datang dari travel yang membawa pengunjung ke Masjid Riyadh. Hitungan itu muncul jika per orang menghabiskan uang senilai Rp1 juta dan pengunjungnya mencapai 200.000 orang.
“Enggak punya sektor bisnis resmi tapi rumah tangga juga dapat. Ya, tahun ini enggak dapat apa-apa. Mau bagaimana lagi, kami ingin menekan persebaran virus SARS CoV-2,” kata dia.
Kerugian juga dirasakan pengelola hotel. Mayoritas tamu membatalkan pemesanan kamar yang telah mereka lakuukan sejak setahun sebelumnya.
General Manager Horison Aziza Solo, Marcelina, mengatakan pihaknya memberikan kemudahan bagi tamu berupa refund. Kini tinggal 30% tamu yang memilih tidak membatalkan pesanan kamar mereka.
“Kami ada paket menginap dua malam khusus haul ini dan harus pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Mereka banyak yang sudah deposit dan sebagainya. Kami pun memiliki kebijakan untuk mempermudah tamu yang membatalkan pesanan mereka. Bagaimana pun pembatalan haul ini karena kondisi,” kata dia, kepada Koran Solo, Kamis (19/11/2020).
Marcelina menambahkan kebijakan tersebut, yakni bagi tamu yang membatalkan pesanan kamar sejak Agustus, biaya dikembalikan 100%, kalau September 75%, dan Oktober 25%.
Namun demikian, jika pada November dan Desember tidak dibatalkan, para tamu menggaransi tetap akan datang atau menginap di hotel. Ini baik mereka berencana mendatangi tempat yang biasanya digelar haul atau sekadar staycation di hotel.
Total Horison Aziza memiliki 93 kamar sehingga jika dikalikan dua karena masing-masing kamar ditempati dua orang menjadi 186 orang yang menginap, ini belum ditambah dengan tamu yang menempati ruang pertemuan.
Public Relations Hotel Sahid Jaya Solo, Septiana Sylviarineta, mengaku tamu yang notabene jemaah haul memesan kamar secara dadakan.
“Per keluarga ada yang pesan sampai dua kamar. Kemungkinan para jemaah sudah tahu jika haul dibatalkan, jadi pesanan kamar pada tanggal haul masih sepi,” ungkap dia.
Public Relations Fave Hotel Solo, Nonik Ratna Dewi, menjelaskan untuk tamu haul biasanya mereka pesan langsung ke hotel. Namun demikian, untuk tahun ini pihaknya belum menerima pemesanan dari tamu rombongan Haul Habib Ali.
“Kalau haul biasanya beberapa bulan sebelum acara mereka sudah pesan kamar. Akan tetapi, sekarang ini belum ada pemesanan dari rombongan haul. Kemungkinan memang jemaah sudah diberitahu jauh-jauh hari jika haul ditiadakan,” ujar dia. (Farida Trisnaningtyas)