Selamat Tinggal Seventeen

Riefian Fajarsyah atau Ifan meng­umumkan melepas na­ma Seventeen sekaligus po­sisinya sebagai vokalis dari grup musik Seventeen. Hal itu pertama kali ia umum­kan dalam unggahannya di me­dia sosial.
Dirinya mengatakan, memutuskan melepas nama sekaligus posisi sebagai vokalis Seventeen agar tidak merugikan sejumlah pihak yang berkaitan dengan bandnya. Meski tidak lagi menjadi vokalis Seventeen, Ifan mengaku masih ingin terus bernyanyi dan menekuni pekerjaannya di dunia musik.
”Dengan ini, aku Ifan, menyatakan untuk tidak lagi menjadi vokalis Seven­teen karena memang ada beberapa pi­hak yang ditakutkan merasa dirugikan. Aku akan tetap berkarya, akan tetap ber­musik bahkan tanggal 27 November ini aku akan mengeluarkan lagu baru,” kata Ifan, Rabu (18/11/2020).
Dalam lagu barunya nanti, Ifan tetap akan mengikutsertakan nama-nama dari mendiang rekan satu bandnya, yakni Herman Sikumbang atau Herman, Muhammad Awal Purbani atau Bani, dan Windu Andi Darmawan atau Andi.
”Dan itu aku akan mengatasnamakan aku dan saudara-saudaraku [dalam lagu]. Baik almarhum mas Herman, almarhum mas Bani ataupun almarhum mas Andi. Ini sebuah bentuk pembuktian kami, bahwa bukan musibah maupun tragedi, hal yang di mana kami diingat, tapi karya,” tutur dia.
Sebelumnya Ifan sempat mengumumkan untuk menghidupkan kembali band Seventeen, lewat media sosialnya pada Senin (16/11/2020). Seperti diketahui, tiga personel Seventeen telah meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda pada 2018. Herman, Bani, dan Andi meninggal dunia dalam peristiwa tsunami Selat Sunda pada akhir 2018. Tinggal Ifan seorang diri yang selamat dari peristiwa mengenaskan tersebut.
Pengumuman Ifan ini rupanya me­mantik reaksi dari salah satu pen­diri sekaligus mantan gitaris Se­ven­teen, Yudhi Rus Harjanto. Pria yang juga dikenal dengan panggilan Joddie Rose ini mengaku tak setuju dengan gagasan Ifan.
”Sebenarnya Ifan sudah minta izin sama aku via Whatsapp. Tapi aku memang enggak mengizinkan bahwa sesuatu sudah enggak ada tidak bisa dihidupkan lagi. Tapi dia begitu, berarti siap berhadapan dengan hukum,” ujar Yudhi Rus Harjanto eks gitaris Seventeen, Selasa (18/11/2020).
Pernyataan Yudhy sekilas terkesan berani. Namun bukan tanpa alasan ia menyampaikan hal tersebut. Ada beberapa faktor yang menurutnya akan sulit dijalani Ifan ke depan, setelah membawa nama Seventeen.
”Yang pertama, Seventeen utang satu album sama GP Records [label rekaman yang menaungi]. Kalau Ifan menghidupkan, otomatis ia ditagih. Sementara itu kan force major, harusnya semua kontrak sudah beres. Karena dihidupkan lagi, berarti berpotensi digugat,” Yudhy menjelaskan.
Yudhy yang mengaku masih sering menjalin kontak dengan keluarga mendiang Herman, Bani, dan Andi ini, meyakinkan bahwa tak semua anggota keluarga ketiga almarhum setuju dengan langkah Ifan.
Selain itu, bukan tanpa contoh juga Yudhy berani menyampaikan hal itu. Ia melihat fakta-fakta yang pernah dialami oleh band-band luar negeri seperti Nirvana atau The Beatles. (detik/Liputan6.com)