2,4 Juta Pekerja akan Dapat Subsidi Upah Rp1,2 Juta

Rahmad Fauzan
JAKARTA—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) kepada 2,44 juta pekerja. Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyampaikan pada tahap ini Kemenaker menyalurkan bantuan subsidi gaji sebesar Rp1,2 juta untuk periode November-Desember 2020 kepada 2,44 juta pekerja.
”Pemerintah kembali menyalurkan bantuan subsidi gaji batch IV untuk termin kedua ini kepada 2,44 juta pekerja dengan anggaran yang disalurkan mencapai Rp2,93 triliun ” kata Ida melalui keterangan pers seperti dikutip dari Bisnis.com, Sabtu (21/11/2020).
Menurutnya, pihak Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) telah memproses dana subsidi gaji tersebut kepada Bank Penyalur, untuk selanjutnya ditransfer ke rekening penerima baik himbara maupun non-himbara.

Jika dijumlahkan dari tahap I hingga tahap IV, pemerintah telah menyalurkan subsidi gaji termin kedua kepada 10,48 juta penerima, atau 84,5 persen dari keseluruhan penerima yang mencapai 12,4 juta orang.
Jika diperinci pada penyaluran termin kedua ini, tahap I Kemenaker menyalurkan subsidi gaji kepada 2.180.382 pekerja, tahap II disalurkan kepada 2.713.434 pekerja, tahap III disalurkan kepada 3.149.031 pekerja, dan tahap IV 2.442.289 pekerja.
Dikutip dari laman resmi Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu, sampai dengan 13 November 2020 otoritas telah mentransfer anggaran subsidi upah senilai Rp20,75 triliun kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
”Jumlah ini untuk 12,4 juta orang pekerja atau buruh, dengan penyalurannya didasarkan pada data BPJS Ketenagakerjaan,” demikian pernyataan resmi DJPb yang dikutip Bisnis.com, Kamis (19/11/2020).
Selain subsidi gaji, otoritas kebendaharaan juga mencatat program Kartu Prakerja hingga tanggal 6 November telah mencapai realisasi sebesar Rp19,89 triliun dengan jangkauan 5,6 juta peserta.
Adapun, pemerintah saat ini terus mengakselerasi berbagai program yang ditujukan untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pasalnya sampai 13 November 2020 realisasi dana penanganan Covid-19 dan PEN masih di angka Rp386,01 triliun dari pagu senilai Rp695,2 triliun.
Kendati demikian, dalam paparannya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim bahwa proses penyerapan anggaran PEN khususnya program perlindungan sosial memperlihatkan progres yang cukup baik.
Secara ringkas, Sri Mulyani memaparkan 5 perkembangan penyerapan program perlindungan sosial. Pertama, cakupan perlindungan sosial makin luas dan targeting semakin baik. Hampir semua rumah tangga di kelompok 40 persen masyarakat berpenghasilan terendah menerima setidaknya satu bantuan.
Meskipun dia mengakui isu exclusion dan inclusion error masih ada, tetapi menurutnya terdapat perbaikan data bottom up.
Kedua, ketahanan pangan membaik program kartu sembako, bansos sembako, bansos tunai, dan BLT dana desa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan
Ketiga, program keluarga harapan (PKH) tetap didorong sebagai program untuk mengubah perilaku masyarakat miskin terhadap pendidikan dan kesehatan, serta internet.
Keempat, setelah sempat dihentikan sementara, program Kartu Prakerja mengalami akselerasi dan membantu mendorong penerima manfaat masuk ke pasar tenaga kerja atau wirausaha.
Kelima, penyaluran berbagai bantuan meningkatkan inklusi keuangan (rekening bank atau rekening ponsel). (Bisnis Indonesia)