Realisasi Restrukturisasi Kredit Capai Rp932,6 Triliun

Azizah Nur Alfi
JAKARTA—Realisasi restrukturisasi kredit hingga 26 Oktober 2020 mencapai Rp932,6 triliun yang men-cakup 7,5 juta debitur.
Dari jumlah debitur yang direstrukturisasi, sebanyak 5,84 juta debitur merupakan UMKM dengan outstanding Rp369,8 triliun.
Secara terperinci, akumulasi jumlah debitur restrukturisasi berasal dari non-UMKM sebanyak 1,69 juta debitur atau setara 22% dari total debitur, sedangkan 78% sisanya berasal dari UMKM sebanyak 5,8 juta debitur. Adapun, secara akumulasi baki debet restrukturisasi non-UMKM mencapai Rp562,55 triliun atau setara 60%, sedangkan UMKM senilai Rp369,83 triliun atau 40%.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Heru Kristiyana menjelaskan jumlah restrukturisasi kredit ini menjadi paling besar sepanjang sejarah.
”Restukturisasi kredit akan memberikan ruang yang lebih baik bagi nasabah dan bank untuk menata cash flow dan menata diri untuk menghadapi pandemi dengan tetap memenuhi kewajibannya kepada bank,” kata dia, Jumat (20/11/2020).
Adanya perpanjangan POJK 11/2020 sebagai antisipasi dampak Covid-19 berkelanjutan karena kasus Covid-19 masih terus bertambah. Covid-19 terus berlanjut dan POJK stimulus Covid-19 tidak diperpanjang, maka terdapat potensi kenaikan NPL dan CKPN yang dapat berdampak pada modal dan solvabilitas bank.
”Perpanjangan ini membuat sektor riil lebih percaya diri bahwa otoritas memberikan respons yang cukup cepat. Mereka yang membutuhkan waktu restrukturisasi karena akan berakhir di Maret 2021, ada kepastian mereka tetap berusaha,” kata dia. (Bisnis/*)