Ganti Rugi Tol Solo-Jogja Segera Cair, Warga Diingatkan Tidak Konsumtif

Ponco Suseno
KLATEN—Penjabat Sementara (PJs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwi­at­moko, mengingatkan ke war­ga terdampak jalan tol Solo-Jogja menghindari budaya konsumtif saat memperoleh uang ganti rugi (UGR) dalam waktu dekat. Sebaliknya, Sujarwanto Dwiatmoko mengimbau kepada warga terdampak jalan tol Solo-Jogja agar menyusun rencana secara matang dalam mengelola UGR tersebut.
Sebagaimana diketahui, seba­nyak enam desa di Klaten bakal memperoleh UGR lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja pada Desember 2020. Masing-masing desa itu, Kahuman (Polanharjo), Sidoharjo (Polanharjo), Mendak (Delanggu), Sidomulyo (Delanggu), Polan (Polanharjo), dan Kapungan (Polanharjo).
”Saya yakin, warga di Klaten tak kagetan dengan uang nominal banyak. Imbauan kami, jangan konsumtif. Bikin perencanaan yang matang dan gunakan uang itu sebaik-baiknya,” kata Sujarwanto Dwiatmoko, saat ditemui di Gedung DPRD Klaten, Kamis (26/11/2020).
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Sujarwanto Dwiatmoko memper­silakan warga terdampak jalan tol tetap mencari lahan pertanian baru karena hal tersebut bisa menjadi sumber penghasilan di waktu mendatang. Di samping itu, warga dipersilakan tetap menabung uang mereka atau pun berinvestasi dalam bentuk lain di luar bidang pertanian.
”Jika beli rumah atau memperbaiki rumah yang sifatnya investasi enggak masalah. Untuk membeli sarana lain guna mendukung usahanya juga dipersilakan. Yang terpenting jangan percaya dengan bujukan orang lain yang tak bertanggung jawab. Jangan sampai uang itu membikin orang lupa [bagi pemiliknya], soalnya duit itu nggendong lali,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun Koran Solo, luas tanah di Klaten yang terdampak jalan tol Solo-Jogja berkisar 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi. Luas tersebut tersebar di 50 desa di 11 kecamatan. Masing-masing kecamatan yang akan dilintasi jalan tol, seperti Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan. Dari berbagai desa di Klaten, warga di enam desa diperkirakan akan memperoleh uang ganti rugi pada Desbemer 2020. Selain lahan milik warga, jalan tol Solo-Jogja juga bakal mengenai sejumlah tanah kas desa di Kabupaten Bersinar. Sesuai rencana, tanah kas desa yang terkena proyek jalan tol mencapai 436 bidang.
”Ganti rugi lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja di enam desa itu bisa dilakukan pascaPilkada 2020 [setelah 9 Desember 2020],” kata salah seorang staf Pejabat Pembuat Komitmem (PPK) Jalan Tol Solo-Jogja, Christian Nugroho.