Pembunuh Cantik di Lautan

JAKARTA—Seekor makhluk laut langka yang punya sengatan fatal dijuluki pembunuh tercantik di lautan karena warna birunya yang memesona. Tampilannya yang unik membuat hewan ini dikenal sebagai blue dragon atau naga biru.
Dikutip dari News.com Australia, Jumat (27/11/2020), sang naga biru terseret arus dan terdampar di pantai Fish Hoek dekat Cape Town di Afrika Selatan.
Dia ditemukan seorang nenek warga setempat yang sedang berjalan-jalan di sekitar pantai.
Makhluk ini rupanya merupakan jenis siput laut dari spesies Glaucus atlanticus. Dengan sengatan yang dimilikinya, si naga biru bisa membunuh manusia dan hewan laut berbisa lainnya. Uniknya, makhluk ini menyerap sel penyengat dari mangsanya, dan akan memberi sengatan yang jauh lebih kuat.
Jika tersengat hewan ini, gejala khas yang muncul antara lain menyebabkan mual, nyeri, muntah, dan dermatitis kontak alergi akut.
Maria Wagener, seorang nenek yang menemukan makhluk itu, mengaku sering membantu bintang laut yang terdampar di tepi agar kembali ke air. Beruntung saat menemukan si naga biru, instingnya mencegahnya agar menjaga jarak. Saat ditemukan, hewan langka tersebut masih bergerak-gerak.
”Saya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya, meski saya tinggal di dekat pantai ini hampir sepanjang hidup saya,” katanya
Tak hanya satu, Wagener menemukan ada sekitar 20 naga biru di sekitar pantai tersebut. Dia memperkirakan mungkin ada lebih banyak lagi jika sepanjang Pantai Fish Hoek disisir.
”Saya biasanya akan memungut bintang laut yang terdampar dan membantu mengembalikannya ke laut. Tapi kali ini pikiran saya mengatakan makhluk mungkin akan menyengat sehingga saya tidak berani menyentuhnya,” sambungnya.
Menjawab dugaan bahwa makhluk ini menelan racun dari mangsanya, nenek tersebut menemukan bukti ada beberapa spesies sejenis lainnya ditemukan di sekitar pantai, tak jauh dari tempat ditemukannya si naga biru.
”Ada kepiting biru dan hewan bercangkang warna biru lainnya bernama Janthina janthina,” ujarnya.
Melalui akun Facebooknya, Wagener kemudian membagikan foto-foto dan video penemuan hewan langka itu. (JIBI/Detik)