Dari Desa Muncul Pengusaha

Rudi Hartono
WONOGIRI—Pandemi Covid-19 memantik kreativitas kalangan anak muda di Desa Doho, Girimarto, Wonogiri. Mereka membuat lomba kewirausahaan dengan konsep mirip acara Diplomat Success Challenge (DCS) bernama Program Kewirausahaan Pemuda Desa Doho, Rabu (25/11) lalu.

Sebanyak 16 pelaku usaha kecil dan calon pelaku usaha mengikuti lomba itu. Panitia menyiapkan hadiah berupa modal usaha total senilai Rp3,95 juta untuk tiga pemenang. Kegiatan pemuda tersebut dinilai terobosan baru dan baru kali pertama digelar di Wonogiri.
Koordinator kegiatan, Unggul Wicaksono, 28, kepada Koran Solo, Minggu (29/11/2020), menyampaikan ide menggelar lomba mirip DCS muncul saat dirinya bersama tiga rekannya berdiskusi membahas kegiatan kepemudaan tahunan.
Mereka saat itu mencari pengganti kegiatan olahraga yang setiap tahun digelar dengan kegiatan lain yang memungkinkan digelar pada masa pandemi Covid-19. Ide membuat lomba kewirausahaan muncul karena tak sedikit warga terdampak Covid-19. Bahkan, ada warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Tidak menutup kemungkinan ada warga yang sebenarnya ingin membuka usaha, tetapi tak bisa merealisasikan lantaran terkendala modal. Kemungkinan lainnya, warga yang sudah memiliki usaha ingin mempertahankannya di tengah pandemi Covid-19 ini tetapi kesulitan modal.
“Waktu itu kami berpikir membuat kegiatan yang bisa membantu warga mencari jalan keluar. Akhirnya muncul ide membuat lomba kewirausahaan berkonsep mirip DCS, tapi konsepnya kami sederhanakan. Alhamdulillah kegiatan ini disambut baik warga. Anggaran untuk hadiah berupa modal usaha bersumber dari dana desa [Doho],” kata Unggul saat dihubungi.
Lomba diikuti 16 peserta warga asli Doho yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP). Mereka merupakan pelaku usaha kecil dan warga yang ingin membuka usaha. Mereka diwajibkan menyerahkan rancangan/pengembangan usaha dengan modal Rp2 juta yang mencakup prospek usaha, potensi, dan rencana anggaran biaya (RAB).
Ada yang mengajukan rancangan/pengembangan usaha kuliner, produksi kerupuk romeo, pengolahan susu, empon-empon, budidaya lele, dan sebagainya. Para peserta mempresentasikan rancangan/pengembangan usaha di hadapan juri di Kantor Desa Doho, Rabu pekan lalu.
“Presentasi dimulai pukul 08.00 WIB-15.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan. Setiap peserta mendapat alokasi waktu maksimal 20 menit yang terdiri atas lima menit presentasi, 10 menit tanya jawab, dan lima menit pendalaman materi oleh juri. Meski konsep lombanya sederhana, tapi seru,” imbuh pemuda warga Doho Lor RT 002/RW 001, Doho itu.
Juri menetapkan tiga pemenang. Juara I mendapat modal usaha Rp2 juta, juara II stimulan modal usaha Rp1,25 juta, juara III stimulan modal usaha Rp700.000. Mereka wajib merealisasikan modal usaha dan melaporkan realisasi usaha selama enam bulan.
Selama itu pula tim akan memantau perkembangan usaha mereka, membantu mempromosikan produk usaha, memberi arahan, dan upaya lainnya agar usaha bisa bertahan. Tim juga melakukan hal sama terhadap peserta lainnya yang sudah memiliki usaha.
“Selain itu kami menggelar lomba kesenian di balai desa, kemarin [Sabtu, 28 November]. Pesertanya 14 pelaku/kelompok seni dari tujuh dusun di Doho. Juri menilai dari video dan tampilan langsung dengan penerapan protokol kesehatan ketat,” ujar Unggul.
Sementara itu, Sekretaris Camat Girimarto, Mawan Tri Hananto, menilai kegiatan yang digelar Pemuda Desa Doho sangat kreatif. Dia menyebut kemungkinan lomba seperti itu baru pertama kali digelar di Wonogiri. Mawan berharap lomba tersebut menginspirasi kelompok pemuda lainnya di Girimarto dan Wonogiri.
“Kreatifitas tak boleh padam meski Covid-19 mewabah. Pemuda harus terus berkarya,” ulas salah satu juri Lomba Kewirausahaan Pemuda Desa Doho itu.